Home / Internasional / Pemerintah

Minggu, 27 Juli 2025 - 18:13 WIB

Indonesia Sambut Baik Langkah Prancis Akui Negara Palestina

mm Redaksi

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Pertama kanan) menyambut Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Pertama Kiri) sebelum pertemuan bilateral di Istana Elysee, Paris pada 14 Juli 2025. (Ludovic MARIN/AFP)

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Pertama kanan) menyambut Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Pertama Kiri) sebelum pertemuan bilateral di Istana Elysee, Paris pada 14 Juli 2025. (Ludovic MARIN/AFP)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina secara resmi.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun X resmi @Kemlu_RI pada Sabtu (26/7/2025), pemerintah Indonesia menyebut pengakuan tersebut sebagai langkah positif menuju realisasi solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan.

“Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Prancis untuk mengakui Negara Palestina. Ini merupakan langkah positif untuk memastikan prospek masa depan berdirinya Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka melalui solusi dua negara,” tulis Kemlu RI.

Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan sebelum 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai prinsip-prinsip solusi dua negara. Dalam pernyataan itu, Indonesia juga mendorong negara-negara lain yang belum mengakui Palestina agar mengikuti langkah yang diambil oleh Prancis.

Baca Juga :  Presiden Prabowo ke TNI-Polri: Harus Berani Beri Nyawa Buat Rakyat

Langkah Macron diumumkan dalam pernyataan publik pada Jumat (25/7), yang menyebut bahwa Prancis siap secara resmi mengakui Palestina saat Sidang Umum PBB pada September 2025.

“Konsisten dengan komitmen bersejarahnya demi perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah, saya telah memutuskan supaya Prancis mengakui Negara Palestina,” ujar Macron melalui akun X resminya.

Baca Juga :  Dari Tanah Suci, Presiden Prabowo Instruksikan Tindakan Penyelamatan atas Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Macron menekankan bahwa prioritas saat ini adalah mengakhiri konflik di Gaza, mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil, serta mendorong proses demiliterisasi Hamas dan pembangunan kembali wilayah Gaza. Menurutnya, dalam jangka panjang, komunitas internasional perlu menjamin berdirinya negara Palestina yang mampu bertahan dan berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, termasuk dengan mengakui Israel dan menerima demiliterisasi.

Berpotensi Jadi Negara Pertama di G7 yang Akui Palestina

Dengan keputusan ini, Prancis berpotensi menjadi negara pertama di antara anggota G7 — kelompok negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia — yang secara resmi mengakui negara Palestina. Saat ini, 147 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Baca Juga :  Sejumlah Kontingen PON XXI Puji Pelayanan Tuan Rumah Aceh 

Keputusan Macron disambut hangat oleh Kementerian Luar Negeri Palestina, yang menyebutnya sebagai langkah “bersejarah.” Mereka menyatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan komitmen Prancis terhadap hukum internasional dan penyelesaian konflik secara damai berdasarkan resolusi PBB.

Namun, langkah Prancis itu mendapat tentangan dari Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pengakuan tersebut sebagai “keputusan sembrono” yang menurutnya hanya akan memperkuat propaganda Hamas dan menghambat upaya perdamaian.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Panen Raya Serentak Bersama Presiden Prabowo, Pemkab Aceh Barat Targetkan Produksi 76 Ribu Ton GKG Tahun Ini

Nasional

Pemkot Bogor Bantu Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang, Sekda Aceh Sampaikan Apresiasi

Aceh Besar

Pantai Riting Leupung Aceh Besar Jadi Tujuan Wisata Paling Populer Saat Ini

Aceh Besar

Plt Sekda Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Aceh Besar 2026

Aceh Besar

Waduk Keuliling Krisis Debit, Hanya Dukung Suplai Air untuk 600 Hektar

Daerah

Polres Simeulue Rangkul Buruh Lewat Coffee Morning di Momentum Hari Buruh Internasional

Internasional

PBB Sesalkan AS Tarik Diri dari dari Sejumlah Entitas

Nasional

Pelindungan Pekerja Migran melalui Nota Kesepahaman dan SEB