Home / Hukrim / Internasional

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:54 WIB

3.367 WNA ditangkap Imigrasi Malaysia, 123 Diantaranya WNI

mm Redaksi

(Foto : Dok : Bernama).

(Foto : Dok : Bernama).

Shah Alam – Departemen Imigrasi Selangor telah menahan dan menyelidiki 3.367 orang asing melalui serangkaian operasi dari januari hingga Juli tahun 2025.

Direkturnya, Khairrul Aminus Kamaruddin mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, 1.030 dipulangkan ke negara asal, sementara 888 didakwa di pengadilan, dan 315 dikeluarkan surat perintah penahanan untuk berbagai pelanggaran.

Baca Juga :  Kejagung Tingkatkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi Laptop Rp 9,9 T di Kemendikbud Tahun 2019-2022

la mengatakan, dalam kurun waktu yang sama, sebanyak 1.134 WNA telah dibebaskan setelah dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan dipastikan, antara lain, memiliki paspor dan izin kerja yang sah.

“Berdasarkan rincian penangkapan berdasarkan distrik, Petaling mencatat jumlah penangkapan tertinggi, yakni 2.208 orang, disusul Klang dengan 625 orang, masing-masing melalui 283 dan 66 operasi,” ujarnya dilansir dari Bernama (20/8) dalam sesi pertemuan dengan Direktur Jenderal Imigrasi Selangor.

Baca Juga :  Kapal Alami Kecelakaan, 20 WNI selamat dan telah dievakuasi

la mengatakan jumlah WNA terbanyak yang ditahan di Depo Imigrasi Semenyih adalah WNA Myanmar sebanyak 655 orang, disusul WNI (123), WNA Bangladesh (98), WNA India (35), WNA Pakistan (20) dan WNA lainnya (46).

Baca Juga :  Dua Pengedar Sabu di Pidie Ditangkap, Kasat Resnarkoba: Barangnya dari Bireuen

Dari aspek penuntutan, Khairrul Aminus mengatakan 893 kasus telah disidangkan, dengan pelanggaran overstaying menjadi pelanggaran tertinggi yaitu 422 kasus, diikuti dengan masuk dan tinggal di negara tersebut tanpa paspor atau izin yang sah (384 kasus), dengan kedua pelanggaran tersebut didakwa berdasarkan Pasal 15(1) (c) dan Pasal 6(1)(c) Undang-Undang Keimigrasian.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kaum Perempuan di Lhokseumawe Diimbau Waspada

Daerah

Perkuat sinergitas, Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto Kunjungi BNN

Hukrim

Ditreskrimsus Kembali Ungkap Kasus Illegal Minning, Satu Ekskavator Ikut Diamankan

Hukrim

Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Sinergi Nasional dalam Penanganan Batas Maritim Indonesia

Daerah

Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar, KPK : perkara tersebut ditangani oleh Polda Aceh

Internasional

Imbas Kebijakan Trump, 87 Mahasiswa Indonesia dapat bantuan kekonsuleran Kemlu RI

Internasional

Menlu Sugiono Bahas Kompas Diplomasi Indonesia bersama Mahasiswa

Hukrim

Dugaan Pencurian Bukan Pembenar Kekerasan, YARA Desak Usut Tuntas Kasus Tangan Putus di Kajhu