Home / Daerah / Pemerintah / Simeulue

Selasa, 26 Agustus 2025 - 10:31 WIB

Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan

Argamsyah

Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan. Foto:Dok. Argam/Noa.co.id.

Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan. Foto:Dok. Argam/Noa.co.id.

Simeulue – Seorang operator kamera yang terlibat dalam dokumentasi kegiatan Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) di Kabupaten Simeulue, mengaku belum menerima honor hingga saat ini, meski acara telah selesai digelar beberapa waktu lalu, Selasa (26/8/2025).

‎Operator tersebut, Suhardi Madani, menyampaikan keluhannya melalui kanal YouTube pribadinya. Ia menyebut telah bekerja mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan namun belum mendapat kejelasan terkait pembayaran jasanya.

‎“Kami bekerja keras mendokumentasikan setiap momen penting dalam ajang Pra-PORA kemarin. Tapi sampai hari ini, kami belum menerima bayaran. Tidak ada kejelasan dari pihak penyelenggara,” ujar Suhardi dalam unggahan videonya.

Baca Juga :  DPRA Tentukan 10 Program Prioritas untuk RPJMA 2025-2029

Pra-PORA di Simeulue memperlombakan beberapa cabang olahraga, termasuk dayung. Acara ini mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp3 miliar dari pemerintah. Namun, di tengah besarnya anggaran, pembayaran terhadap tenaga teknis lapangan justru belum dituntaskan.

‎Keluhan Suhardi memicu pertanyaan dari berbagai pihak mengenai kejelasan dan pengelolaan anggaran kegiatan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dugaan adanya penyalahgunaan dana dalam pelaksanaan perlombaan Pra-PORA.

Baca Juga :  Pulau Siumat Butuh Perhatian, Dermaga Rusak Ganggu Akses dan Ekonomi Warga

‎Mengingat kurangnya transparansi terhadap anggaran yang bernilai miliaran rupiah, banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait masalah ini.

‎Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Simeulue, Nazaruddin, membenarkan bahwa honor Suhardi memang belum dibayarkan secara penuh. Namun, ia menyebut Suhardi tidak masuk dalam struktur kepanitiaan resmi.

‎“Suhardi Madani itu bukan panitia. Karena kami berteman, dan saat itu dia tidak ada kegiatan, kami ajak dia untuk bantu dokumentasi,” kata Nazaruddin saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Kodim 0115/Simeulue Gelar Bazar Murah Menyambut Idul Fitri 1446 H

Nazar menyebut, pihaknya telah memberikan uang sebesar Rp600.000 kepada Suhardi. Setelah acara selesai, ia juga menawarkan tambahan Rp400.000, namun ditolak oleh Suhardi karena merasa jumlah tersebut belum sesuai.

‎“Kalau mau ditambahkan, saya tidak bisa menjanjikan. Nanti setelah Kepala Dinas DISPORA datang, kita bicarakan lagi bersama apakah bisa ditambah,” jelasnya.

‎Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Simeulue mengenai polemik ini.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

KemenP2MI bersama KBRI Den Haag Petakan Peluang Pengiriman Pekerja Migran ke Belanda

Daerah

Polri dan Dewan Pers Sosialiasi Perlindungan Kemerdekaan Pers

Daerah

Zulfikar Pimpin PWI Nagan Raya Periode 2025 – 2028

Daerah

BSI Serahkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Aceh Serta Percepat Pemulihan Layanan

Aceh Barat

MAA Aceh Barat Gelar Rapat Kerja untuk Sinergi Melestarikan Adat dan Budaya

Daerah

Muhammad Balia Kecam Kontes Kecantikan Transpuan di Jakarta, Dinilai Telah Lecehkan Aceh

Daerah

Rekapitulasi Suara Hasil Pemilu Di Pidie diskor, Ini Kata Sekretaris KIP

Aceh Barat Daya

Perumdam Tirta Abdya Pemulihan Air Bersih di Aceh Tengah