Home / Hukrim / Nasional / Pemerintah

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:23 WIB

Tim Satgas PKH Lakukan Penertiban Perusahaan Tambang Ilegal

mm Redaksi

Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Satgas PKH melakukan kunjungan kerja lapangan ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (1/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspenkum Kejagung RI).

Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Satgas PKH melakukan kunjungan kerja lapangan ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (1/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspenkum Kejagung RI).

Bangka Belitung – Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melakukan kunjungan kerja lapangan ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tim terdiri dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI Richard Taruli H. Tampubolon, dan Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.

“Tim PKH melakukan kunjungan ke PT Trinindo Intermusa yang merupakan salah satu smelter dari 5 smelter pengolahan pasir timah yang telah disita oleh Penyidik Kejaksaan Agung (telah berkekuatan hukum tetap). Nantinya, smelter tersebut akan diserahkan kepada negara dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” Kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah dalam keterangan resminya, Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 19 Pelaku Judi Online di Banda Aceh

Febrie menambahkan, Tim Satgas PKH juga melakukan penertiban terhadap perusahaan-perusahaan tambang ilegal yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

“Kegiatan dilanjutkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung antara Tim PKH dengan Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka penyelesaian pesoalan tata kelola tambang yang mengedepankan kepentingan negara dan masyarakat,” Terangnya.

Dia menjelaskan, Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PID SUS) Kejaksaan Agung, yang melibatkan beberapa kolektor timah ilegal di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat dan Pegadaian Kolaborasi Gelar Car Free Day di Meulaboh

Secara umum, PT Timah Tbk memiliki wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang mencakup area darat dan laut di wilayah Bangka, Belitung, Pulau Kundur, Kepulauan Riau, dan sebagian Provinsi Riau dengan total luas wilayah IUP darat sekitar 288.000 hektare.

“Namun, tingkat produksi PT Timah Tbk tidak sebanding dengan produksi smelter swasta yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan hasil penyidikan, salah satu penyebab rendahnya produksi PT Timah Tbk adalah banyaknya penambangan ilegal di dalam wilayah IUP PT Timah,” Katanya.

Baca Juga :  Sekdisdikbud Aceh Besar Tutup Lokakarya Piasan Aceh Rayeuk  

Dalam perkara ini, pihak swasta yang digeledah telah melakukan kegiatan pembelian pasir timah dari penambangan ilegal dalam wilayah IUP PT Timah Tbk serta mengoordinir penambang ilegal melalui pihak-pihak terafiliasi, yaitu sub kolektor-kolektor yang tersebar di Kabupaten Bangka Barat, Sungailiat, Bangka Selatan, dan wilayah-wilayah lain. Pasir timah tersebut selanjutnya dijual ke smelter swasta di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Diketahui, Seluruh keuntungan yang diperoleh secara ilegal tersebut dinikmati oleh pihak swasta seolah-olah dihasilkan dari kegiatan penambangan yang sah, padahal faktanya pihak swasta tersebut tidak memiliki wilayah IUP serta tidak memiliki RKAB sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan kegiatan penambangan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

May Day, Pemerintah Apresiasi Sinergi Positif Buruh dan Pengusaha

Hukrim

Penyidik Polda Aceh Resmi Tahan Abu Laot

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Dukung Program Pengabdian Fakultas Kedokteran Hewan USK

Internasional

Pasca bentrokan bersenjata di Tripoli, Kemlu RI dan KBRI Tripoli monitor dari dekat

Nasional

DPR melalui Komisi VII minta menteri ESDM evaluasi izin nikel di Raja Ampat

Pemerintah

Luar Biasa! BSI Region Aceh Serahkan Bantuan Rehab Rumah Dhuafa, Pj Wali Kota Banda Aceh Dukung Penuh

Internasional

Kemlu RI melalui KBRI Den Haag Imbau WNI Waspada Badai Saljlu Melanda Belanda

Nasional

Jurnalis Indonesia Sampaikan Cara Menguasai Panggung dan Seni Berbicara