Home / Aceh Barat / Pemerintah

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:18 WIB

Tarmizi: Gunakan Plat BL, Dukung Pembangunan Aceh Barat

Redaksi

Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M. Foto: dok. Kdnindonesia

Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M. Foto: dok. Kdnindonesia

Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menyerukan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Aceh Barat menggunakan kendaraan berpelat Aceh (BL) demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). hal ini disampaikannya Kamis, (2/9/2025) di Meulaboh.

Menurutnya, penggunaan plat luar daerah seperti BK (Sumatera Utara) menyebabkan pajak kendaraan tidak masuk ke kas daerah.

“Kalau kendaraan berplat BL, khususnya yang berakhiran huruf “E” sebagai kode wilayah Aceh Barat. pajaknya dibayar ke Aceh Barat. Itu langsung berdampak pada pembangunan daerah,” tegas Tarmizi.

Baca Juga :  Pj Gubernur dan Forkopimda Ikut Saksikan Pawai Kemerdekaan Bersama Ribuan Masyarakat

Ia menegaskan, pemerintah daerah saat ini sedang berupaya menggali berbagai potensi PAD di tengah kondisi fiskal yang semakin menantang. Karena itu, dukungan masyarakat melalui hal-hal sederhana seperti kepatuhan pajak kendaraan menjadi sangat berarti, ujarnya

Bupati Tarmizi mengakui adanya pengecualian bagi kendaraan angkutan umum atau angkutan barang yang rutin melakukan perjalanan ke Sumatera Utara. Namun, ia menyayangkan masih banyak mobil pribadi yang justru memilih menggunakan plat luar daerah tanpa alasan kuat.

“Kalau mobil pribadi, apalagi yang jarang ke Sumut, mengapa harus pakai plat BK? Ini saatnya kita sadar dan peduli terhadap kontribusi untuk Aceh Barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Lamtamot Dibangun, Masyarakat Ucapkan Terimakasih kepada Pj Bupati Aceh Besar dan Menteri PUPR

Sebut Tarmizi, dengan fiskal daerah yang kian krisis, pemerintah kini memprioritaskan optimalisasi sumber PAD. Tarmizi mengajak semua elemen ikut ambil bagian, dimulai dari kesadaran menggunakan plat BL.

Tarmizi, menegaskan pentingnya meningkatkan PAD sebagai strategi menghadapi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, ketergantungan yang masih tinggi terhadap dana pusat menjadi tantangan serius bagi kemandirian fiskal daerah.

“Saat ini kita masih sangat bergantung pada dana transfer. Ketika dana itu berkurang, maka satu-satunya andalan adalah PAD,” jelas Tarmizi.

Baca Juga :  Melalui Inovasi EPPID, PEMA Raih Penghargaan BUMD Terinformatif 2024

Ia menyebutkan, PAD Aceh Barat saat ini masih tergolong rendah, hanya sekitar Rp150 miliar per tahun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan hingga lebih dari Rp200 miliar dalam waktu dekat sebagai upaya memperkuat kemampuan anggaran daerah.

Salah satu sumber PAD terbesar adalah dari pajak kendaraan. Jika ini bisa dimaksimalkan, maka kontribusinya sangat signifikan terhadap pendapatan daerah,” tambahnya.

“Saatnya bersatu membangun daerah. Hal kecil seperti pajak kendaraan bisa menjadi kontribusi besar jika dilakukan bersama,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Banda Aceh WTP 14 Kali Berturut-turut, Bakri Siddiq Terima Penghargaan dari Menkeu RI

Daerah

Penggantian Box Drainase di Depan Disdukcapil Simeulue Dimulai, Target Rampung Sebulan

Daerah

Kayu Hanyutan Pascabanjir Dimanfaatkan untuk Pemulihan Warga

Aceh Barat

Gelar Diskusi, Kadisnak Aceh Bersama Ipelmabar Bahas Pengembangan Peternakan untuk Peningkatan Ekonomi 

Aceh Besar

Pj Bupati Muhammad Iswanto Ingatkan Dinas Terkait Hingga Camat Serius Tangani Stunting 

Aceh Barat

Pemkab Aceh Besar Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimda, OPD, dan Stakeholder

Aceh Besar

Syech Muharram Sidak OPD Lingkup Pemkab Aceh Besar

Pemerintah

APH Didesak Usut Temuan BPK Soal Kasbon Pemkab Gayo Lues