Home / Daerah / Hukrim / Peristiwa / Tni-Polri

Minggu, 2 November 2025 - 15:55 WIB

TNI AL Tangkap Kapal Ikan Illegal Fishing

Farid Ismullah

kapal yang diduga menggunakan bom laut untuk menangkap ikan di Perairan Hibala, Nias Selatan. (Foto : NOA.co.id/HO-Dok.Dispenal).

kapal yang diduga menggunakan bom laut untuk menangkap ikan di Perairan Hibala, Nias Selatan. (Foto : NOA.co.id/HO-Dok.Dispenal).

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan (Lanal) Nias berhasil menggagalkan tindak pidana di laut yang melibatkan kapal ikan yang diduga menggunakan bom laut di Perairan Hibala, Nias Selatan, Pekan kemarin.

Satu unit kapal motor pelaku illegal fishing yang berhasil diamankan yakni KM. Rezeki bersama serta 7 orang Anak Buah Kapal (ABK).

Dari keterangan Komandan Lanal Nias Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais saat menggelar konferensi pers jumat (31/10) di Mako Lanal Nias, Danlanal menjelaskan, penangkapan kapal motor tersebut pada Rabu (29/10) sekira pukul 12.30 WIB siang. Anggota Posbinpotmar Pulau Tello menerima informasi via telepon dari Kades Reke, Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat, Netral Maduwu bahwa ada aktivitas illegal fishing dengan melakukan pengeboman oleh satu unit kapal di Perairan Pulau Hibala.

Baca Juga :  DPRA Menetapkan Pansus Dan BKD Serta Penjadwalan Pelantikan Gubernur Aceh Terpilih

“Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Posbinpotmar Pulau Tello melaporkan informasi tersebut kepada Komandan Lanal Nias, Selanjutnya atas perintah Komandan Lanal Nias, Patroli Kamla Lanal Nias berangkat menuju lokasi,” Kata Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais dalam keterangan resminya yang diterima Kantor Berita NOA.co.id, Minggu, 2 November 2025.

Dia menjelaskan, Saat tiba di lokasi, didapati adanya kapal tersebut. Setelah kapal dapat dikuasai oleh Patroli Kamla, dilaksanakan penggeledahan terhadap ABK dan muatan kapal dan ditemukan beberapa alat bukti yang digunakan untuk mengebom ikan diantaranya 13 buah bahan peledak botol besar dan 15 buah botol kecil, 49 botol kosong yang belum dirakit, kompresor, 1 buah mesin dompeng, 2 buah seher, 3 buah tali kompresor, 2 tali pelampung, 3 pack korek api kayu, 1 buah kacamata selam, 1 buah mesin penghisap air, 2 buah GPS Garmin, 1 buah dakor, 2 buah tongkat dayung, 45 buah dupa bakar, 1 kotak bubuk misiu, 191 sumbu peledak, selang kompresor 2 gulung, serta 22 kg bubuk potasium.

Baca Juga :  Kalah Judi, Pria Ini Buat Laporan Palsu jadi Korban Begal, Ternyata Takut Dimarahi Ibunya

“Adapun ikan yang sudah ditangkap menggunakan bahan peledak berjumlah kurang lebih 1 Ton ikan. Semua barang bukti beserta 7 orang ABK telah diamankan oleh petugas di Mako Lanal Nias untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” Terangnya.

Menurut Danlanal Nias, di wilayah kerjanya masih marak ilegal fishing, maka perlu adanya tindakan tegas dan penegakan hukum untuk mencegah tindakan ilegal yang dapat merusak biota dan lingkungan laut.

Baca Juga :  Dandim 0115 Simeulue Bersama Ketua Persit KCK Berikan Dukungan untuk Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

“Sampai dengan saat ini. Di tahun 2025 Lanal Nias telah melaksanakan penindakan/penangkapan terhadap 3 unit kapal bom, hal ini tentunya merupakan implementasi perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan juga sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut, khususnya tindak pidana illegal fishing,” Ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kolonel Laut (P) Lexy Effraim, kapal beserta seluruh ABK terancam melanggar Pasal 84 Undang-Undang Perikanan No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara dengan denda sebesar 1,2 miliar rupiah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Satu Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Selokan

Daerah

Pasangan Ahmadlyah-Irwan Suharmi Kembali Gelar Kampanye Dialogis di Desa Suaklamatan

Aceh Besar

Kesulitan Air Bersih, LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia Salurkan Air ke Dayah Nurul A’la al-Asyi

Advetorial

Pekan Raya Cahaya Aceh Telah Dibuka, yuk ke Taman Bustanussalatin

Daerah

Irdam IM Pimpin Penutupan TMMD Reguler ke-119 Kodim 0102/ Pidie

Internasional

Malaysia tingkatkan patroli setelah migran Rohingya ditemukan 

Nasional

Lewati Pergantian Tahun dengan Ibadah, Panglima TNI Hadiri Tausiah dan Muhasabah bersama Prajurit

Hukrim

Tim Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 180 Kg Sabu Jaringan Malaysia