Home / Daerah

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:50 WIB

Ketua PWI Simeulue: Ada Kemungkinan Simeulue di Serang Info Hoax Saat Pilkada

mm Redaksi

Ketua PWI Simeulue, Finalis (Foto: noa.co.id/FA)

Ketua PWI Simeulue, Finalis (Foto: noa.co.id/FA)

Simeulue – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simeulue, Firnalis, mengungkapkan adanya kemungkinan serangan informasi hoax yang akan menyasar Pemerintah Daerah, para calon Bupati Simeulue, dan penyelenggara pemilu pada Pilkada mendatang.

Menurut Firnalis, sebanyak 90% serangan hoax tersebut akan terfokus kepada para calon Bupati Simeulue, dengan tujuan menurunkan elektabilitas mereka di tengah masyarakat Simeulue.

“Diperkirakan, para pelaku pembuat dan penyebar informasi hoax tersebut akan menggunakan teknologi AI untuk jenis audio dan video, serta website ilegal yang dibuat menyerupai media massa resmi untuk mengelabui pembaca,” jelas Firnalis.

Firnalis juga menyebutkan bahwa pihak ketiga diduga akan melakukan adu domba antar sesama calon Bupati atau menjelek-jelekkan calon tertentu untuk melemahkan posisi mereka dalam pemilihan. “Ini sangat merugikan semua kandidat Bupati,” tambahnya.

Baca Juga :  M Rais: Aminullah Usman, Model Ideal Pemimpin untuk Banda Aceh di Pilkada 2024

Di Pilkada mendatang, ada lima pasang calon kandidat bupati yang akan bertarung, dan semuanya rentan terhadap serangan informasi hoax. Jika terjadi, hal ini tentu akan sangat merugikan para calon tersebut, menurut Firnalis pada Senin (01/07/2024).

Serangan hoax ini juga dapat memicu bentrokan antar pendukung paslon, menciptakan situasi tidak kondusif di tengah masyarakat. “Masyarakat yang minim wawasan akan menjadi garang di media sosial setelah mengonsumsi informasi hoax tersebut, berpotensi menimbulkan ujaran kebencian tanpa mempertimbangkan undang-undang IT yang ada,” terang Firnalis.

Firnalis juga menyoroti dampaknya terhadap ASN yang mungkin menjadi tidak takut dan bebas menunjukkan keberpihakan politik secara terbuka.

Baca Juga :  Syahrol Ramadhan Terpilih Sebagai Ketua Umum HIPELMABDYA Tahun 2024-2026

Untuk meminimalisir dampak negatif ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan surat edaran nomor 200.2.1/2222/SJ kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Walikota di Indonesia, termasuk Aceh, agar bekerja sama dengan lembaga Pers konstituen Dewan Pers. Dalam hal ini, Mendagri menunjuk PWI Indonesia sebagai mitra pemerintah dalam sosialisasi Pilkada damai dan antisipasi hoax.

Namun, Pemerintah Kabupaten Simeulue belum melakukan kerja sama tersebut. “Sesuai instruksi PWI Pusat, kami PWI Simeulue telah menyampaikan surat edaran Mendagri dan berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Simeulue, Kesbangpol, dan KIP Simeulue. Namun, ketiga lembaga ini tidak dapat memenuhi arahan Mendagri dengan alasan tidak adanya anggaran daerah,” terang Firnalis.

Baca Juga :  Balia Daftar ke PAS, Komit Maju di Pilkada Banda Aceh 2024

Secara umum, PWI Simeulue dapat membantu pemerintah daerah untuk menyaring isu-isu dan informasi hoax, namun khusus untuk Pilkada telah diatur juknisnya oleh Mendagri dan PWI Pusat.

“Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Pemkab, Kesbangpol, dan KIP Simeulue, apakah kejadian seperti itu perlu diantisipasi atau tidak. Yang jelas, hingga kini tidak ada kerja sama untuk sosialisasi dan literasi Pilkada Damai,” kata Firnalis.

Firnalis berharap agar masyarakat Simeulue tidak menelan mentah-mentah informasi negatif yang beredar, terutama mengingat 80% warga Simeulue telah menggunakan handphone berbasis Android dan aktif di media sosial.

Penulis: Afrizal

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Solusi Bangun Andalas Perluas Jangkauan Bantuan ke Lebih Banyak Warga Termasuk Wartawan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh

Aceh Timur

PON XXI Aceh-Sumut Cabor Sepak Takraw Sulawesi Selatan Raih 4 Medali, Aceh Posisi Ke 2

Daerah

Dukung Sekolah Rakyat, Aceh Utara Siapkan Lahan 351.723 M Persegi

Aceh Timur

Kemensos Kunjungi Faridah Zahrani Asal Peureulak Penderita kanker Tulang 

Daerah

HUT SPS ke 78, Pengurus di Aceh Gelar Doa Bersama 

Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Simeulue Konsultasi ke DJKN Aceh, Bahas Audit dan Penilaian Aset PDKS

Daerah

Masyarakat Minta Gubernur Aceh Tuntaskan Dugaan Mafia Tanah di Simeulue

Aceh Barat Daya

Abdul Janan Jubir Mualem-Dek Fadh Kabupaten Aceh Barat Daya