Home / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Selasa, 11 November 2025 - 23:03 WIB

Pemko Banda Aceh dan TWG RSSH Perkuat Kolaborasi Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria Menuju Eliminasi 2030

mm Redaksi

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesra Setda Kota Banda Aceh, Bachtiar, bersama Kepala Dinas Kesehatan Wahyudi dan perwakilan TWG RSSH Kemenkes RI saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan ATM di Balee Keurukon, Selasa (11/11/2025). Foto: Dok. Dinkes Kota Banda Aceh

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesra Setda Kota Banda Aceh, Bachtiar, bersama Kepala Dinas Kesehatan Wahyudi dan perwakilan TWG RSSH Kemenkes RI saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan ATM di Balee Keurukon, Selasa (11/11/2025). Foto: Dok. Dinkes Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan menggelar Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang dirangkaikan dengan Field Oversight Visit (FOV) oleh Technical Working Group Resilient and Sustainable Systems for Health (TWG RSSH) di Balee Keurukon, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan tingkat nasional dan daerah, termasuk Kepala DPMG Aceh Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Banda Aceh Bachtiar, S.Sos., M.Si, Kepala Bappeda Kota Banda Aceh Rosdi, ST., M.Si, serta Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh dr. Imam Nurahman.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, WHO, UNDP, ADINKES, dan Global Fund, bersama para kepala puskesmas dan mitra pelaksana program di Banda Aceh.

Baca Juga :  Mendagri Dorong Pemda Bentuk Tim Penanganan Tuberculosis

Bangun Sistem Kesehatan Tangguh dan Berkelanjutan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP, M.Si, menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) atau sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kegiatan kunjungan lapangan ini bukan sekadar pemantauan, tetapi juga wujud kolaborasi dan pembelajaran bersama. Kita dapat melihat langsung pelaksanaan program RSSH dan ATM di lapangan, termasuk tantangan dan inovasinya,” ujar Wahyudi.

Ia menegaskan bahwa komitmen Banda Aceh terhadap pengendalian penyakit menular sangat kuat, dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM kesehatan, sistem informasi, serta partisipasi masyarakat.

Baca Juga :  Dilaksanakan Setiap Jumat Selama Ramadhan, dr Hessi Arfina: Bentuk Kepedulian IDI

Capaian Pengendalian AIDS, TBS, dan Malaria

Dalam paparannya, Wahyudi menjelaskan capaian dan strategi Pemko Banda Aceh dalam pengendalian ketiga penyakit tersebut:

  • HIV/AIDS: memperluas layanan tes HIV melalui mobile clinic VCT dan memperkuat rujukan pengobatan ARV.

  • Tuberkulosis (TBC): mengembangkan layanan Public Private Mix (PPM) dan pelatihan Chocing Clinic bersama tim pakar RSUDZA.

  • Malaria: mempertahankan status eliminasi dengan memperkuat surveilans kasus impor dan kesiapsiagaan petugas lapangan.

Menuju Banda Aceh Bebas AIDS, TBC, dan Malaria 2030

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesra Setda Kota Banda Aceh, Bachtiar, menegaskan bahwa Pemko Banda Aceh berkomitmen mewujudkan visi “Banda Aceh Kolaborasi untuk Eliminasi ATM 2030.”

Baca Juga :  Umar Khadafi: Bit Nyo Hana Saket, Yak Tajak Vaksin

“Kami memperkuat edukasi berbasis religius, memperluas akses diagnosis dan pengobatan, serta menghapus stigma terhadap ODHIV. Semua pihak harus bergandengan tangan untuk mewujudkan Banda Aceh bebas AIDS, TBC, dan Malaria,” ujarnya.

TWG RSSH Lakukan Review Program

Ketua Tim FOV TWG RSSH, dr. Esty Febriani, M.Kes, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan meninjau pelaksanaan program RSSH dan COVID-19 Response Mechanism (C19RM) periode Januari–Juni 2025.

“Tim melakukan review pelaksanaan, memberikan rekomendasi, serta mendorong peningkatan kontribusi anggaran ATM di APBD,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan launching Gampong Kopelma Darussalam sebagai Gampong Peduli ATM, simbol komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular secara kolaboratif berbasis gampong.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Jelang Raker APEKSI 2026, Wali Kota dari Berbagai Daerah Mulai Tiba di Banda Aceh

Kesehatan

Banda Aceh Raih UHC Award 2026 Kategori Utama, Capai Kepesertaan JKN 99 Persen

Daerah

Dinas Kesehatan Banda Aceh Gelar Evaluasi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi Tahun 2025

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Turun Langsung Pantau Operasi Pasar LPG 3 Kg

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Adakan Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

Pemko Banda Aceh

Jelang Ramadan 1447 H, Wali Kota Banda Aceh Illiza Pimpin Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi

Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya: Warga Tetap Bisa Berobat Gratis, Tak Perlu Panik

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Buka Pelatihan Banda Aceh Academy, Cetak SDM Siap Kerja dan Wirausaha