Home / Daerah / Pendidikan

Rabu, 12 November 2025 - 11:39 WIB

Siswa SMKN 1 Bireuen Unjuk Karya Nyata Lewat Pelatihan MTU, dari Pot Bunga Beton Hingga Lemari Siap Pakai

mm Redaksi

Kegiatan Mobile Training Unit (MTU) yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK, di SMKN 1 Bireuen, Senin (10/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kegiatan Mobile Training Unit (MTU) yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK, di SMKN 1 Bireuen, Senin (10/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Bireuen — Suasana produktif dan penuh semangat tampak di lingkungan SMKN 1 Bireuen sejak akhir Oktober lalu. Sekolah ini menjadi tuan rumah kegiatan Mobile Training Unit (MTU) yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK.

Pelatihan yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 12 November 2025 ini berhasil menarik antusiasme peserta karena berfokus pada praktik langsung dan keterampilan kerja nyata.

Kegiatan MTU tersebut dikomandoi oleh Marfiadi, Staf Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh yang juga bertugas sebagai Koordinator MTU di SMKN 1 Bireuen. Dalam laporannya kepada media pada Senin (10/11/2025).

Marfiadi menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup empat kompetensi keahlian utama, yang semuanya dirancang untuk membentuk siswa yang kreatif, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja.

Baca Juga :  SPS Aceh Jalin Kerjasama dengan Forum PRB Aceh, Ini Tujuannya!

“Empat bidang keahlian yang kami latih meliputi Bricklaying, Joinery, Plambing, dan Cabinet Making,” ujar Marfiadi.

Pada bidang Bricklaying, peserta belajar membuat pot bunga dari beton hingga pemasangan keramik. Di bidang Joinery, mereka dilatih membuat kusen dan daun jendela dengan presisi tinggi.

Sementara itu, bidang Plambing berfokus pada instalasi air bersih dan air kotor untuk kamar mandi serta pemasangan kloset, dan Cabinet Making mengajarkan peserta membuat lemari satu pintu yang siap pakai, mulai dari proses awal hingga hasil akhir.

Baca Juga :  Pangdam IM Imbau Masyarakat Aceh Bijak Gunakan Media Sosial Pasca Pemungutan Suara

Pelatihan ini diampu oleh empat instruktur berpengalaman yang membawa atmosfer profesional ke ruang praktik.

“Mereka adalah Munawar Khalil, S.Pd dari SMKN 2 Karang Baru (Bricklaying), Firdaus, S.ST dari SMKN 2 Banda Aceh (Joinery), Irwansyah, S.ST dari SMKN 2 Langsa, instruktur (Plambing), serta Lilik, S.Pd praktisi Freeline yang menjadi instruktur Cabinet Making,” jelas Marfiadi.

Marfiadi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kabid Pembinaan SMK dan Kepala SMKN 1 Bireun yang telah memfasilitasi kegiatan teaching factory ini.

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya. Melalui kegiatan MTU ini, kami berkomitmen untuk membentuk generasi SMK yang siap kerja, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya penuh semangat.

Baca Juga :  Sepanjang Tahun 2024 Kejati Aceh Selamatkan kerugian negara Rp24,18 miliar

Menurutnya, pelatihan MTU bukan sekadar pembelajaran keterampilan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap dunia vokasi.

“Dengan pelatihan yang bersifat hands-on dan didampingi instruktur kompeten, siswa benar-benar merasakan pengalaman nyata dunia kerja,” jelas Marfiadi.

Ia menambahkan, “Dari pot bunga, sanitasi air bersih dan kotor, pemasangan keramik hingga lemari satu pintu, siswa SMKN 1 Bireuen telah membuktikan bahwa karya nyata lahir dari tangan-tangan terampil anak vokasi Aceh.” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Terjaring Razia di Medan, Anggota DPRK Simeulue Bantah Pakai Narkoba dan Minta Maaf

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong IKA Unimal Jadi Kekuatan Intelektual Pembangunan Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Ikuti Rakor Pengendalian Harga Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah

Daerah

Irdam IM Pimpin Penutupan TMMD Reguler ke-119 Kodim 0102/ Pidie

Daerah

Dua Kasus Korupsi di Pidie Tuntas, Perumda Tahap ke empat

Daerah

Nelayan Aceh Singkil Berharap Situasi Stabil Pasca Idul Adha 1445 H

Daerah

PT PEMA Ajak 50 Anak Yatim Belanja dan Makan Bersama

Daerah

Aceh Rayakan 19 Tahun Perdamaian