Home / Banda Aceh / Pendidikan

Jumat, 21 November 2025 - 17:27 WIB

Ribuan Siswa Aceh Larut dalam Dzikir Serentak Peringati Hari Guru Nasional

mm Redaksi

Ribuan siswa dan guru mengikuti dzikir dan doa bersama di Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 meski diguyur hujan gerimis, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Ribuan siswa dan guru mengikuti dzikir dan doa bersama di Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 meski diguyur hujan gerimis, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Hujan gerimis yang membasahi Kota Banda Aceh pada Jumat pagi (21/11/2025) tidak menyurutkan semangat ribuan siswa dan guru untuk mengikuti dzikir dan doa bersama yang dipusatkan di depan SMK 1, 2, dan 3 Banda Aceh. Kegiatan ini juga digelar serentak di seluruh SMA, SMK, MAN, dan SLB se-Aceh melalui Zoom Meeting.

Dzikir akbar tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenang jasa dan pengabdian para guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional serta HUT PGRI ke-80 tahun 2025. Suasana haru menyelimuti jalannya kegiatan ketika ribuan siswa larut dalam lantunan dzikir, doa, dan syukur, meski cuaca tidak sepenuhnya bersahabat.

Kegiatan dengan tema “Mutiara Cinta untuk Guru” ini menghadirkan kolaborasi spiritual yang jarang dilakukan pada peringatan serupa di tahun-tahun sebelumnya. Para siswa dari seluruh Aceh mengikuti dzikir dan doa bersama dari sekolah masing-masing melalui sambungan Zoom, sehingga meskipun terpisah jarak, suasana kebersamaan tetap terasa kuat.

Baca Juga :  Disdikbud Aceh Besar Akan Gelar Festival Seniman Masuk Sekolah dan Tunas Bahasa Ibu

Selain dzikir akbar, sejumlah lomba turut digelar dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80, yang semakin memeriahkan rangkaian peringatan dan menjadi wadah kreativitas bagi para siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya menegaskan bahwa dzikir dan doa bersama ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi untuk menghormati ketulusan perjuangan para guru.

“Tahun ini peringatannya berbeda. Kami meminta seluruh siswa-siswi SMA, SMK, SLB, dan MA di Aceh untuk melakukan dzikir dan doa bersama demi para guru kita, mereka yang telah mengabdikan hidupnya mendidik generasi Aceh. Terutama untuk guru-guru yang menjadi korban konflik, korban tsunami, serta mereka yang telah mendahului kita semua,” ujar Murthalamuddin.

Baca Juga :  Pelajar Diusir Warga Saat Merokok Ditengah Sawah

Ia menambahkan bahwa guru adalah pelita kehidupan yang menerangi perjalanan para murid, tak kenal lelah berbagi ilmu tanpa mengharap balasan.

“Dedikasi guru tidak mungkin terbalas dengan kata-kata. Mereka adalah cahaya yang menuntun langkah kita. Karena itu kegiatan Mutiara Hati ini kami gagas sebagai bentuk penghormatan yang tulus atas jasa-jasa mereka,” lanjutnya.

Dalam pernyataan tambahannya, Plt Kadisdik Aceh juga menekankan pentingnya membangun karakter spiritual siswa sebagai pondasi pendidikan di Aceh.

“Dzikir ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga akhlak dan penghormatan. Kami berharap kegiatan ini menanamkan rasa cinta dan hormat yang lebih mendalam kepada guru, serta memperkuat ikatan antara siswa dan pendidiknya,” ungkapnya.

Kegiatan dzikir akbar ini turut menghadirkan penceramah Muhajirul Fadhli, alumni Sudan yang juga Dosen UIN Ar-Raniry. Dalam tausyiahnya, ia menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru di seluruh Aceh yang hadir baik secara langsung maupun melalui Zoom, seraya mendoakan agar Allah SWT selalu memberi kekuatan dan keberkahan bagi para pendidik.

Baca Juga :  Guru SMP Di Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Dasar Canva

“Ia mengingatkan pentingnya memuliakan ilmu dalam kehidupan para pelajar. Ia menyampaikan bahwa pencarian ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga ketekunan, semangat, dan kedekatan dengan guru sebagai pembimbing,” ujar Muhajirul

Hal ini merujuk pandangan Imam Syafi’i bahwa ilmu yang bermanfaat hanya dapat diraih melalui kesungguhan, pengorbanan, serta kesadaran bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Pesan ini menjadi dorongan bagi para siswa untuk terus menghormati guru dan istiqamah dalam menuntut ilmu.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para guru, kemajuan pendidikan Aceh, serta harapan agar generasi muda terus tumbuh menjadi insan yang berilmu dan berakhlak. (**).

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Aplikasi Seulanga Imigrasi Sabang Permudah Akses Informasi bagi Wisatawan Macanegara

Pemerintah Aceh

Kader Al Washliyah Aceh Dukung Muhsin sebagai Plh Kadis Pendidikan Dayah

Banda Aceh

Wali Kota Illiza Lepas Kafilah MTQ Banda Aceh ke Pidie Jaya: “Bertandinglah dengan Hati dan Cinta”

Aceh Barat Daya

PAOGI dan AMSA USK Gelar Aksi Deteksi Dini Kanker Serviks

Pendidikan

Tidak Ada Pemangkasan, Dinas Pendidikan Aceh Salurkan Beasiswa Yatim Sesuai SK Gubernur

Internasional

Boot Camp Jurnalis Pertama Pererat Hubungan Media Indonesia dengan Misi Penjaga Perdamaian

Pemerintah Aceh

Kadisdik Aceh Laporkan Progres Pemulihan Pendidikan Pascabencana kepada Mualem

Aceh Timur

HUT RI Ke-79 Darul Aman Berjalan Lancar,Siswa SMA Negeri 1 Sukses Gelar Drama Kolosal Chut nyak Dhien