Home / Daerah / Pemko Banda Aceh

Senin, 8 Desember 2025 - 23:41 WIB

Illiza Tinjau Tiga Desa Terparah di Peusangan, Bantu Bersihkan Masjid dan Salurkan Logistik

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal ikut membersihkan Masjid Jamik Nurul Huda dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Peusangan, Bireuen, Ahad (7/12/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal ikut membersihkan Masjid Jamik Nurul Huda dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Peusangan, Bireuen, Ahad (7/12/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Bireuen – Usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen di pendopo bupati, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal langsung meninjau tiga desa terdampak banjir terparah di Kecamatan Peusangan, Ahad (7/12/2025).

Desa pertama yang dikunjungi adalah Gampong Tambo Raya. Di lokasi ini, Illiza bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh ikut membersihkan Masjid Jamik Nurul Huda, yang sebelumnya diterjang banjir setinggi lebih dari dua meter dan menyisakan endapan lumpur hingga satu meter.

Illiza turun langsung menyerok lumpur bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan sejumlah OPD, termasuk BPBD, Damkar, DLHK3, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga Perumdam Tirta Daroy. Untuk mempercepat pembersihan, satu unit buldozer juga dikerahkan guna membuka akses menuju halaman masjid.

Baca Juga :  Partai Aceh Akan Gelar Doa Bersama Sambut Milad GAM ke-48

Di depan salah satu rumah yang hanya menyisakan lantai akibat sapuan banjir, Illiza terlihat membagikan pakaian, kue, snack, sendal jepit, dan handuk kepada warga, terutama anak-anak. Masyarakat juga memadati mobil ambulans layanan kesehatan gratis yang disediakan Illiza untuk pemeriksaan medis dan pemberian obat.

Kebahagiaan warga bertambah ketika satu truk reo bantuan menurunkan muatan logistik di posko pengungsian yang berada di depan masjid.

Baca Juga :  Polres Aceh Barat Terima Penghargaan Ombudsman RI 2023

Rombongan kemudian bergerak ke desa kedua, Pante Lhong, didampingi Camat Peusangan Alfian dan unsur muspika. Sementara itu, Sekda Banda Aceh Jalaluddin dan beberapa pejabat tetap tinggal di titik pertama untuk menuntaskan pembersihan masjid.

Di Pante Lhong, kondisi lebih memprihatinkan. Jalan desa tertutup lumpur tebal, beberapa rumah hanya tampak atapnya, sementara bagian lain tertimbun material banjir. Mobil tak lagi bisa melintas, sehingga Illiza dan Afdhal berjalan kaki sambil menyalurkan bantuan dan menyapa warga yang tengah membersihkan rumah mereka.

Setelah sekitar satu jam, rombongan menuju posko pengungsian Pante Lhong, di mana truk reo kedua menurunkan tambahan bantuan. Illiza juga memantau dapur umum yang menjadi tempat hunian sementara warga Gampong Blang Panjoe.

Baca Juga :  Ombudsman Perwakilan Aceh Hadiri Rakor Persiapan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Menjelang senja, kunjungan berlanjut ke Gampong Raya Dagang, lokasi posko pengungsi terbesar di Peusangan. Di sana, Illiza membagikan makanan ringan kepada puluhan anak dan remaja.

“Terima kasih Bunda Illiza,” seru sekelompok remaja putri sambil memeluk bingkisan yang diberikan. Mereka melepas kepergian wali kota perempuan pertama di Aceh itu dengan wajah berbinar dan harapan baru untuk bangkit lebih kuat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Ombudsman Harapkan Arus Transportasi Orang dan Barang Berjalan Lancar

Advetorial

KUR Syariah dan SRC Dorong UMKM Aceh Naik Kelas

Daerah

Ketua DPW Gibran Center Aceh, Ichsan ST Sampaikan Ucapan Dukacita Mendalam atas Meninggalnya Tu Sop

Daerah

Pemerintah Aceh Potong Anggaran SKPA untuk Percepatan Penanganan Banjir Hidrometeorologi

Daerah

Kapolda Aceh Apresiasi Upaya Ditlantas dan Jajaran dalam Meminimalisir Angka Laka Lantas

Daerah

Tuan Rumah keluar sebagai Juara, Turnamen Sepakbola HUT Karang Taruna Samuti Makmur ditutup H Mukhlis Takabeya

Daerah

Relawan DPP Foreber Aceh Bersama Brimob Kompi 4 B Pelopor Salurkan Bantuan Banjir

Daerah

Operator Kamera Belum Dibayar Usai Pra-PORA Simeulue, Anggaran Miliaran Dipertanyakan