Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 8 Desember 2025 - 23:46 WIB

Wali Kota Illiza Buka Rakor Pencegahan Kekerasan, Soroti Lemahnya Komitmen Pimpinan Instansi

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Rakor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Seventeen Banda Aceh, Senin (8/12/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Rakor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Seventeen Banda Aceh, Senin (8/12/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dalam rangka Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Kegiatan tersebut digelar di Hotel Seventeen Banda Aceh, Senin (8/12/2025).

Turut hadir Kepala DP3AP2KB Kota Tiara Sutari, anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Ketua MPU Kota, serta perwakilan dinas dan gampong.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara serius dan berkesinambungan.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Wali Kota Illiza: Wujud Kepedulian terhadap Stabilitas Harga

“Penting untuk memberikan tausyiqh kepada masyarakat agar lebih tenang. Ini bukan hanya sekadar kumpul lalu selesai, tapi amanah besar agar setiap perempuan dan anak bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

Soroti Lemahnya Komitmen Pimpinan Instansi

Di hadapan peserta Rakor, Illiza menyoroti minimnya komitmen sejumlah pimpinan instansi yang hanya mengirimkan perwakilan, bahkan staf yang dinilai kurang strategis untuk isu sepenting ini.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Salurkan 199 Ton Beras dan 39 Ribu Liter Minyak Goreng untuk 9.996 KPM

“Ini harus menjadi catatan penting. Semua diwakilkan. Padahal esensi kota ini salah satu indikatornya adalah menurunnya tingkat kekerasan,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada Ketua MPU Kota dan para keuchik yang hadir secara langsung.

Illiza menyebutkan bahwa laporan kasus kekerasan yang masuk ke mejanya jumlahnya sangat banyak. Karena itu, ia menekankan pentingnya tindak lanjut dan komunikasi intensif antarinstansi agar setiap kasus dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Tutup FTBI 2025: Dorong Anak Muda Bangga Berbahasa Aceh dan Gayo
Awas Kekerasan Digital

Selain kekerasan fisik, Wali Kota juga menyoroti meningkatnya kekerasan berbasis digital, termasuk ancaman dan pelecehan melalui aplikasi pesan.

“Peran ini harus juga dilakukan oleh dai-dai kita, supaya pesan pencegahan kekerasan digaungkan terus kepada masyarakat,” pesannya.

Menutup sambutannya, Illiza mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, meskipun gampong menjadi ujung tombak, negara tetap berkewajiban memberikan pelayanan maksimal kepada korban.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Banda Aceh Raih Dua Penghargaan Bergengsi 2025 untuk Pelayanan Publik dan Keterbukaan Informasi

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Maulid Raya Senin Depan

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Lantik 66 Pejabat Eselon III dan IV, Tekankan Kinerja Berbasis Hasil

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Persiapan Raker Komwil I Apeksi 2026

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Perkuat Pencegahan KDRT, 91 Kasus Kekerasan Tercatat hingga Juni 2026

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Sambut 74 Mahasiswa UMSU untuk Program PPL di Sejumlah OPD

Pemko Banda Aceh

Pastikan Warga Mudah Berobat, Dinsos Banda Aceh Fasilitasi Sosialisasi JKN 2026

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Academy 2026 Dimulai, 300 ASN Ikuti Pelatihan Penguatan Kompetensi dan Tata Kelola Modern