Home / Kesehatan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:58 WIB

Cuci Darah Dua Kali Seminggu, Sumardi Tetap Tenang Berkat JKN

mm Redaksi

Sumardi (38), peserta JKN asal Lhokseumawe, menjalani hemodialisis rutin dengan jaminan BPJS Kesehatan. Foto: Dok. Istimewa

Sumardi (38), peserta JKN asal Lhokseumawe, menjalani hemodialisis rutin dengan jaminan BPJS Kesehatan. Foto: Dok. Istimewa

Lhokseumawe – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memasuki usia satu dekade perjalanannya. Selama itu pula, Program JKN dirasakan manfaatnya oleh banyak masyarakat di Indonesia sebagai akses layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara. Hal tersebut tidak lepas dari visi BPJS Kesehatan yang berfokus pada jaminan kesehatan berkualitas melalui transformasi mutu layanan.

Pelayanan prima Program JKN ini turut dirasakan oleh Sumardi (38), seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta asal Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Ia membagikan kisahnya sebagai peserta yang rutin menjalani hemodialisa atau cuci darah akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Kondisi ini membuat ginjal tidak lagi berfungsi optimal sehingga membutuhkan tindakan hemodialisis dua kali dalam seminggu. Program JKN menjadi penopang utama yang membantu meringankan beban pembiayaan pengobatannya.

“Saat dokter menyampaikan kalau saya harus cuci darah atau hemodialisis, saya sempat takut dan kaget. Setahu saya, cuci darah itu harus dilakukan seumur hidup dan biayanya besar. Namun, dokter menjelaskan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung Program JKN. Alhamdulillah, saya jadi lebih tenang dan bersedia menjalani cuci darah,” ujar Sumardi kepada tim Jamkesnews di ruang instalasi hemodialisa salah satu klinik utama di Kota Lhokseumawe.

Baca Juga :  Tim Monitoring Posyandu Kemenkes Kunjungi Gampong Ingin Jaya

Sumardi mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab dirinya terkena gagal ginjal. Ia menyadari pola hidupnya di masa lalu kurang sehat. Selain jarang minum air putih, ialebih sering mengonsumsi minuman kemasan.

“Saya baru sadar setelah dijelaskan dokter bahwa minuman berwarna dalam kemasan banyak mengandung bahan kimia dan pemanis buatan. Dulu saya terlalu sering minum itu dan kurang memperhatikan kesehatan,” tambahnya.

Terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas dua, Sumardi menceritakan bahwa pelayanan yang ia terima selama menjalani pengobatan selalu memuaskan. Tidak pernah ada perlakuan berbeda antara pasien peserta JKN dengan pasien umum.

Baca Juga :  Wagub Aceh Upayakan TPP Tenaga Kesehatan RSUDZA

“Selama beberapa tahun cuci darah, saya selalu dilayani dengan baik. Ruangannya bersih, tenaga medis ramah dan saya tidak pernah merasa dibedakan walaupun sebagai peserta JKN,” ungkapnya.

Sumardi juga menepis anggapan bahwa tindakan cuci darah adalah sesuatu yang menakutkan atau memperparah kondisi tubuh. Menurutnya, cuci darah justru membantu tubuhnya merasa lebih baik dengan membersihkan darah dari racun maupun zat berbahaya.

Sebelum cuci darah, saya sering merasa pusing, sesak, mual hingga bengkak di tubuh. Setelah cuci darah, badan saya terasa lebih ringan dan keluhan itu banyak berkurang,” jelas Sumardi.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar lebih menjaga pola hidup sehat, termasuk banyak minum air putih, mengurangi konsumsi minuman manis dan rutin memeriksakan kesehatan. Sumardi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang rutin membayar iuran karena melalui semangat gotong royong tersebut dirinya bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Baca Juga :  Imunisasi Investasi Penting untuk Generasi Sehat Menuju Generasi Emas Indonesia 2045

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang rutin membayar iuran BPJS Kesehatan. Karena gotong royong itu, saya bisa menjalani pengobatan yang mahal tanpa khawatir. Semoga Program JKN terus berlanjut, karena sangat membantu peserta yang membutuhkan seperti saya,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Sumardi mengajak masyarakat yang juga menderita gagal ginjal agar tetap semangat dan fokus menjalani pengobatan. Ia menegaskan bahwa tidak perlu takut dengan biaya cuci darah karena seluruh prosedur ditanggung oleh Program JKN sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya berharap semua peserta JKN tetap menjaga keaktifan kepesertaan dan memanfaatkan layanan yang sudah tersedia. Bagi pasien gagal ginjal, tetap semangat. Jangan takut menjalani cuci darah karena biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tangani TBC Secara Serius

Aceh Timur

Sidokkes Polres Aceh Timur Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Kepada Personel

Kesehatan

Warga Antusias Donor Darah Festival SMR BI Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Perkuat Upaya Penurunan Stunting hingga Tingkat Gampong

Kesehatan

Empat Ribu Dirawat, 557 Pasien Covid-19 Sembuh Lagi di Aceh

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Laksanakan Kick Off Intervensi Stunting Seluruh Posyandu

Kesehatan

Sekda Aceh: Koordinasi Kunci Sukses Vaksinasi
DPP AWAI Dan JWI Gelar Silaturahmi Dengan Direktur RS Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak.Foto. Dok: Dedi Saputra/NOA.Co.Id

Aceh Timur

DPP AWAI Dan JWI Gelar Silaturahmi Dengan Direktur RS Sultan Abdul Aziz Syah Peurelak