Pidie — Kepedulian terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya ditunjukkan oleh Keuchik Gampong Dayah Tuha, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Abdullah, dengan memimpin langsung aksi bersih-bersih di kawasan situs cagar budaya Makam Faqih Jalaluddin Al-Asyi, Ahad (4/1/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan tokoh masyarakat, pemuda gampong, serta warga setempat yang secara sukarela membersihkan area makam dari semak belukar, sampah, dan tumbuhan liar yang mulai menutupi kawasan situs bersejarah tersebut.
Aksi gotong royong oleh masyarakat tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian bersama terhadap peninggalan sejarah Islam di Aceh.
Abdullah menyampaikan bahwa Makam Faqih Jalaluddin Al-Asyi memiliki nilai sejarah dan religius yang harus dijaga, sehingga keberadaannya perlu diperhatikan dan dirawat secara berkelanjutan.
Menurutnya, upaya pelestarian cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat gampong, tetapi juga membutuhkan dukungan dan perhatian dari pemerintah.
“Kami sangat butuh uluran tangan pemerintah provinsi untuk membantu kami membuat pagar di area makam. Dengan adanya pagar, makam ini akan lebih mudah kami jaga dan tidak lagi dimasuki ternak warga,” ujar Abdullah di sela-sela kegiatan gotong royong.

Ia juga berharap adanya perhatian dari instansi terkait di tingkat provinsi, untuk melihat langsung kondisi situs bersejarah tersebut, agar tidak terbengkalai dan rusak.
“Kami sangat berharap terkait di Provinsi agar sudi kiranya singgah ke tempat kami, supaya situs cagar budaya ini bisa mendapat perhatian dan perawatan yang layak,” tambahnya.
Selain membersihkan area makam, kegiatan gotong royong ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar warga serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya lokal.
Keuchik Abdullah mengungkap, para pemuda gampong terlihat antusias ikut terlibat, mulai dari membersihkan lingkungan hingga merapikan akses menuju lokasi makam.
Tokoh masyarakat setempat turut mengapresiasi inisiatif Keuchik Gampong Dayah Tuha beserta warga. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kondisi Makam Faqih Jalaluddin Al-Asyi tetap terawat dan terjaga.
Aksi bersih-bersih ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian cagar budaya dapat dimulai dari tingkat gampong melalui kolaborasi antara aparatur desa, tokoh masyarakat, dan warga, sembari menunggu dukungan nyata dari pemerintah agar warisan sejarah Aceh tetap lestari untuk generasi mendatang. []










