Home / Daerah

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:42 WIB

Dari Kaltim ke Aceh, Gubernur Kaltim Bawakan Cinta dan Harapan Untuk Korban Banjir Pidie Jaya

mm Amir Sagita

Gubernur Jawa Timur saat memberi pencerahan kepada korban banjir di Pidie Jaya, (Foto.IST).

Gubernur Jawa Timur saat memberi pencerahan kepada korban banjir di Pidie Jaya, (Foto.IST).

Meureudu – Suasana di halaman lapangan Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, menjadi hangat meskipun udara sore di akhir pekan masih terasa lembap. Ribuan warga pengungsi, dari lansia hingga anak-anak kecil, berkumpul dengan wajah yang sempat tertekan kini mulai bersinar.

Mereka sedang menunggu kedatangan tamu khusus yang datang jauh dari pulau Kalimantan – Gubernur Kalimantan Timur DR H Rudy Mas’ud beserta istri Hj Syarifah Suraidah, yang lebih dikenal sebagai Bunda Harum.

Jumat (2/1/2026) menjadi hari yang berbeda bagi masyarakat korban banjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran pasangan gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tidak hanya membawa bantuan materiil, namun juga sentuhan hangat untuk menyembuhkan luka batin akibat bencana.

Sambut Antusias, Warga Terhibur dari Stres

Rombongan yang juga didampingi Staf Khusus Gubernur Ustadz Hajarul Akbar, MA (putra asli Pidie), Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, serta Walikota Banda Aceh, disambut dengan tepukan tangan dan sorakan gembira. Tak hanya pejabat, dua sosok hiburan lokal – Bergek dan Bang Joni Kapluk – juga ikut menghiasi kunjungan ini.

Baca Juga :  Begini Respon Pimpinan DPRK Terkait Permintaan Penghuni Rumah Bantuan

“Kami tahu bahwa masyarakat dan anak-anak sangat stres di pengungsian. Maka kami ajak Bang Bergek dan Bang Joni untuk melepaskan beban mereka dengan cara menghibur,” jelas Rudy Mas’ud saat memberikan sambutan di tengah kerumunan warga.

Anak-anak yang sebelumnya terlihat pasrah kini berlari-lari riang, menyanyi dan menari bersama kedua penghibur tersebut. Bagi mereka, momen ini menjadi pelarian singkat dari kenyataan pahit yang harus mereka alami setelah rumah dan penghasilan terendam banjir.

Bantuan Tunai dan Logistik, Disertai Perawatan Mental

Selain hiburan, Pemprov Kaltim juga menyerahkan bantuan tunai sebesar 1 miliar rupiah secara langsung kepada Bupati Pidie Jaya. Tak hanya itu, berbagai jenis logistik pun siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Distribusi seluruh bantuan dipercayakan kepada Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) Sigli Peduli, yang akan melaksanakannya pada hari itu dan esoknya (3/1/2026) di bawah koordinasi Pembina YPAM Bang Mahfuddin Ismail, MAP. Lima gampong menjadi sasaran utama: Meunasah Raya, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Geunteng, dan Lhok Sandeng.

Baca Juga :  SPMA Sebut Sosok Ini Dibutuhkan Pimpin Aceh Selatan 

“Paket logistik yang kami bawa tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tapi juga spiritual dan pendidikan,” ungkap Bang Mahfud sebagai fasilitator kunjungan. Di antara barang yang dibawa adalah perangkat shalat seperti Al-Qur’an, mukena, sajadah, iqrak; perlengkapan sekolah lengkap dengan tas dan alat tulis; pakaian untuk dewasa dan anak-anak; serta bahan makanan pokok beras, minyak goreng, dan gula.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memperhatikan kondisi psikologis korban bencana. Bunda Hetti Zuliani, Ph.D, CHt, CI – seorang konselor dari Aceh – dipercaya untuk menjalankan program psikososial dan trauma healing. “Banyak masyarakat yang mengalami trauma setelah banjir melanda. Kami ingin memastikan mereka kuat secara mental dan psikis untuk bangkit kembali,” ujar Rudy Mas’ud.

Sinergi Antar Daerah untuk Semangat Kebersamaan

Menurut Rudy, kunjungan ini bukan hanya sebatas memberikan bantuan, tapi juga bentuk sinergi antar daerah dalam menghadapi tantangan bencana alam. Sebagai ketua forum para gubernur se-Indonesia, ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin untuk memperkuat solidaritas bangsa.

Baca Juga :  Tiga Putra Terbaik Aceh Barat Wakili Aceh di MTQN ke-30

“Kita satu negara, satu bangsa. Saat saudara kita di Aceh mengalami kesulitan, kita sebagai saudara di Kalimantan tidak bisa tinggal diam,” ucapnya dengan nada tegas.

Di sudut lapangan, seorang ibu bernama Cut Rahma (42) yang tinggal di Gampong Meunasah Mancang mengaku sangat bersyukur. “Kami tidak hanya mendapatkan makanan dan pakaian, tapi juga rasa diperhatikan. Terima kasih untuk gubernur dan seluruh tim yang telah datang jauh-jauh ke sini,” ujarnya sambil memegang mukena dan Al-Qur’an yang baru diterimanya.

Saat matahari mulai meredup, suasana di lapangan tetap hangat dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Hajarul Akbar. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi awal dari proses pemulihan bagi seluruh masyarakat korban banjir Pidie Jaya, dan semangat kebersamaan antar daerah dapat terus berkobar di seluruh penjuru tanah air.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Apresiasi Perjuangan PSAB U-17 di Piala Soeratin

Daerah

Danrem Ali Imran Sebut Tak Ada Toleransi Anggota Terlibat Judol dan Narkoba

Daerah

Pangdam IM Hadiri Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh TA 2024

Aceh Barat

Kesbangpol Aceh Barat Bekali Wawasan Kebangsaan untuk Paskibraka

Daerah

Buat Gaduh, SAPA Desak DKPP Pecat Komisioner KIP Aceh

Daerah

Lolos P3K, Keuchik dan Aparatur Gampong di Muara Tiga Belum Mundur

Daerah

PWI Aceh Distribusikan Bantuan untuk Wartawan Nagan dan Singkil

Daerah

Kapolda Aceh: Bhayangkara Fest 2024 Diharapkan dapat Mendekatkan Polri dengan Masyarakat