Home / Aceh Utara

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:04 WIB

Dudung Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Aceh Utara, Serahkan 100 Unit Starlink

mm Syaiful Anshori

Dudung menyerahkan secara simbolis starlink ke Bupati Aceh Utara untuk dipasang di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Kamis, 8 Januari 2026. Dok. Ist

Dudung menyerahkan secara simbolis starlink ke Bupati Aceh Utara untuk dipasang di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Kamis, 8 Januari 2026. Dok. Ist

Aceh Utara – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa mendampingi kunjungan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, ke Dusun Bidadari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (8/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dudung menyerahkan bantuan 100 unit Starlink lengkap dengan sumber daya listrik untuk dipasang di Desa Lubok Pusaka. Bantuan ini diharapkan dapat memulihkan akses komunikasi warga pascabanjir bandang.

Selain menyalurkan bantuan, Dudung juga mendengar langsung curahan hati para penyintas banjir bandang yang terdampak parah akibat bencana tersebut.

Baca Juga :  PWI Aceh Utara Dukung Penuh Program Bupati Ayahwa-Panyang

Dudung menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana banjir, khususnya di wilayah Aceh. Menurutnya, Presiden telah menekankan kepada para menteri terkait serta aparat untuk lebih fokus dalam penanganan bencana, terutama di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah situasi bencana agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dudung yang turun langsung meninjau kondisi warga di Desa Lubok Pusaka.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Mualem Sambut Bantuan Logistik Lewat Jalur Laut untuk Korban Banjir Aceh Utara

Ayah Wa menjelaskan, dari total 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir bandang. Menurutnya, skala bencana ini sangat besar dan berdampak luas terhadap masyarakat.

“Dampaknya sangat besar, bahkan lebih luas dari tsunami. Karena itu, penanganannya tidak bisa saya lakukan sendiri, tetapi harus dilakukan bersama-sama,” ujar Ismail.

Ia berharap, kehadiran Dudung di lokasi bencana dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat Aceh Utara, khususnya dalam penanganan pascabanjir bandang.

Hunian Sementara dan Hunian Tetap

Terkait hunian bagi warga terdampak, Bupati Aceh Utara menyebutkan bahwa hunian tetap sementara direncanakan di Dusun Simpang Lima, yang masih berada dalam wilayah Desa Lubok Pusaka. Lokasi tersebut merupakan tanah negara milik PGE.

Baca Juga :  DPRA Ingatkan Logistik Korban Bencana Jangan Dihentikan

Namun demikian, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan penggunaan tanah milik warga apabila ada yang bersedia menjual untuk keperluan pembangunan hunian tetap.

Sementara untuk hunian sementara, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara saat ini masih mencari lahan yang layak dan aman untuk digunakan oleh warga terdampak banjir bandang.***

Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori

Share :

Baca Juga

Aceh Utara

Bupati Aceh Utara Tempel Stiker Nomor Telepon Penting di Rumah Warga, Ini Tujuannya

Aceh Utara

Disela Pembukaan MTQ, Ayahwa: Mari Kita Bangun Bumi Pase dari Keterpurukan
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE, MM, menyampaikan sambutan pada acara peusijuek (tepung tawar) bagi jamaah calon haji (JCH) daerah itu, yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M, berlangsung di Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Rabu, (14 Mei 2025). Foto: Dok. Zubir/NOA.co.id

Aceh Utara

Harapan Bupati Ayahwa kepada Jamaah Calon Haji Aceh Utara

Aceh Utara

Kisah Mualem Membangun Masjid di Kampung Halaman Aceh Utara

Aceh Utara

Wagub Aceh Ikut Mendagri Tinjau Pengungsian di Aceh Utara

Aceh Utara

DPRA Ingatkan Logistik Korban Bencana Jangan Dihentikan

Aceh Utara

Pemerintah Aceh Tinjau Kedatangan Bantuan Logistik di Bandara Malikussaleh Aceh Utara

Aceh Utara

Dari Honorer ke PPPK, Perjalanan Panjang Dua Tenaga Kesehatan