Home / Daerah / Peristiwa

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:04 WIB

Rawan Manipulasi Data, Kerusakan Kebun Sawit Rakyat dan Sawah akibat Banjir di Aceh Singkil Dipertanyakan

mm Redaksi

Lahan sawah padi masyarakat di wilayah Simpang Kanan, Aceh Singkil, terlihat terendam banjir, saat ini tidak dapat dipanen atau gagal panen, (Foto : RRI/Salihin Barus)

Lahan sawah padi masyarakat di wilayah Simpang Kanan, Aceh Singkil, terlihat terendam banjir, saat ini tidak dapat dipanen atau gagal panen, (Foto : RRI/Salihin Barus)

Aceh Singkil – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif kabupaten Aceh Singkil mendesak Pemda Setempat dan instansi terkait untuk membuka secara transparan data kerusakan kebun sawit dan lahan persawahan milik rakyat.

Surya padli Ketua EK LMND Aceh singkil, menegaskan bahwa transparansi data merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan penanganan pasca-banjir berjalan adil dan tepat sasaran.

“Kami melihat di beberapa wilayah Aceh Singkil banyak petani kehilangan sumber penghidupan akibat sawah terendam dan gagal panen, sementara kebun sawit rakyat juga mengalami kerusakan serius,” Kata Surya dalam keterangannya, Jumat, 9 Januari 2025.

Baca Juga :  LMND Minta Pemkab Aceh Singkil Tetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat

Surya menjelaskan, Banjir yang melanda Aceh Singkil telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, khususnya petani dan pekebunan.

“Namun hingga saat ini, pendataan resmi terkait luas lahan sawah yang rusak, kebun sawit terdampak, serta besaran kerugian ekonomi yang dialami rakyat dinilai belum terbuka,” Ujarnya.

Dia menegaskan bahwa transparansi data merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan penanganan pasca-banjir berjalan adil dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Yahya Damanik Juara Mixology Coffee Competition dengan Timphan Drink

Pihaknya meminta pemkab Aceh Singkil, membuka data resmi dan disampaikan ke pubik terkait kerusakan kebun sawit rakyat dan laham sawah di Aceh Singkil.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil harus terbuka agar tidak ada manipulasi data dan tidak ada rakyat yang dikorbankan,” tegasnya.

LMND menilai pendataan yang tidak transparan berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu, khususnya korporasi besar, sementara kerugian yang dialami petani kecil dan masyarakat adat justru terabaikan.

Baca Juga :  Kinerja Camat Pulau Banyak Barat di sorot

“Selain itu, ketidakjelasan data juga dapat menghambat penyaluran bantuan, ganti rugi, serta perencanaan pemulihan lingkungan dan pertanian pasca-banjir,” Katanya.

Oleh karena itu, EK LMND Aceh Singkil, meminta agar melibatkan organisasi masyarakat, mahasiswa, dan perwakilan petani dalam proses pendataan agar data lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini dan siap melakukan konsolidasi serta aksi lanjutan apabila tuntutan transparansi dan keadilan bagi rakyat Aceh Singkil tidak segera diwujudkan,” Demikian Surya Padli.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Santri dan Mahasiswa Berprestasi di Nagan Raya Dapat Bantuan Ratusan Juta dari Pemerintah

Daerah

Respon Cepat Pangdam Iskandar Muda, Perintahkan Dandim 0115/Simeulue Bantu Penanganan Kebakaran

Daerah

Jalanan Berlubang di Banda Diperbaiki Bertahap

Aceh Jaya

Hujan Deras, Pemukiman Warga Pasie Geulima Terendam Air

Daerah

Inspektorat Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Matanurung, Kepala Desa Menghilang

Daerah

HUT SPS ke 78, Pengurus di Aceh Gelar Doa Bersama 

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Dirikan Tenda Darurat untuk Sekolah SDIT Ar-Rabwah

Daerah

Forum Keluarga Habib Bugak Sesalkan Oknum Coba Palsukan Validitas Pewakaf Tanah Baitul Asyi