Pidie Jaya – Jembatan Gantung Garuda sepanjang 150 meter kini berdiri kokoh di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan menjadi akses transportasi penting bagi warga pascabencana banjir yang sempat mengisolasi sejumlah desa di wilayah tersebut.
“Jembatan yang menghubungkan Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, dengan Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, itu disambut antusias masyarakat karena mempermudah mobilitas warga, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah,” kata relawan Vertical Rescue Indonesia, Zian Mustaqin, dikutip Jumat (16/1/2026).
Sebelum jembatan tersebut dibangun, warga Desa Seunong yang berada di kawasan kaki bukit sempat terisolasi akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke desa tetangga karena akses transportasi terputus.
Jembatan Gantung Garuda merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan yang dibangun sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana. Proses pembangunan jembatan tersebut rampung dalam waktu sekitar 30 hari.
Jembatan berwarna hijau yang dihiasi kibaran bendera Merah Putih itu mulai dapat digunakan warga sejak Jumat (9/1/2026). Zian menyebutkan jembatan dapat berdiri kokoh berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertahanan, personel TNI Angkatan Darat, hingga relawan dari Vertical Rescue Indonesia.
“Jembatan ini bisa berdiri berkat kolaborasi dan kerja keras semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, anak-anak tampak antusias dan berlarian di atas jembatan tak lama setelah dibuka untuk umum. Meski aliran sungai di bawah jembatan cukup deras, warga merasa aman melintas karena konstruksi jembatan dinilai kuat dan stabil.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga sehari-hari serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di Pidie Jaya pascabencana.
“Jembatan ini berdiri sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Zian.
Editor: Amiruddin. MK









