Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke VIII Tahun 2025 antar Dayah se-Barat Selatan Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Dayah ZUDI, Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Sabtu (17/1/2026).
Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya MQK antar dayah se-Barat Selatan Aceh yang dipusatkan di Bumi Teuku Umar.
“Insyaallah seluruh rangkaian kegiatan MQK ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, melahirkan santri-santri terbaik, serta semakin menguatkan tradisi keilmuan dayah di wilayah Barat Selatan Aceh,” ujar Said.
Menurutnya, MQK merupakan ruang kompetisi yang sangat positif bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, memahami, serta menyampaikan isi Kutub Turats atau kitab kuning secara ilmiah dan beradab.
“MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dayah yang moderat, mendalam, dan penuh hikmah. Sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” katanya.
Said juga menegaskan bahwa para santri yang mengikuti MQK bukanlah hasil instan, melainkan telah melalui proses pembinaan yang serius, pembelajaran intensif, serta bimbingan langsung dari para guru dan pimpinan dayah.
Lebih lanjut, Pemkab Aceh Barat berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas santri melalui dukungan terhadap kegiatan keilmuan dan kompetisi seperti MQK.
“Dengan ikhtiar dan doa bersama, Aceh Barat diharapkan mampu meraih hasil terbaik pada MQK tingkat provinsi, sekaligus melahirkan santri unggul yang kelak berperan aktif menjawab persoalan umat dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan dayah, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia santri, dukungan kegiatan keilmuan, maupun penguatan peran alumni dayah di tengah masyarakat.
“Kita ingin lulusan dayah tidak hanya dihormati karena ilmunya, tetapi juga hadir memberikan solusi terhadap persoalan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan,” pungkas Said.
Editor: Amiruddin. MK









