Aceh Barat Daya – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar silaturahmi bersama wartawan yang bertugas di kabupaten setempat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 2 AW Kupi, Blangpidie, Rabu (21/1/2026).
Silaturahmi ini menjadi ajang dialog antara APRI Abdya dan insan pers untuk membahas masa depan tambang rakyat di Aceh Barat Daya agar dapat dikelola secara legal, aman, dan berkelanjutan.
Ketua DPC APRI Abdya, Syahril, mengatakan APRI berkomitmen memperjuangkan legalitas tambang rakyat melalui penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
WPR ini penting untuk masyarakat lokal dapat memanfaatkan sumber daya alam di daerahnya sendiri tanpa berhadapan dengan persoalan hukum.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati hasil bumi di tanah sendiri secara legal dan berkelanjutan. Dengan adanya WPR, penambang kecil dapat bekerja dengan tenang tanpa takut dianggap melanggar hukum,” kata Syahril.
Dalam kesempatan tersebut, Syahril mengungkapkan APRI Abdya berencana mengusulkan sebanyak 47 titik pertambangan di wilayah Abdya untuk ditetapkan sebagai WPR oleh pemerintah.
Menurutnya, penetapan WPR akan memberikan kepastian hukum bagi penambang rakyat, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, serta mendukung pengelolaan tambang yang lebih tertib dan ramah lingkungan.
“Kehadiran WPR juga memudahkan pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan rakyat,” ujarnya.
Syahril menegaskan, silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan media dalam mengawal isu tambang rakyat di Bumi Breuh Sigupai agar berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil.
Selain itu, APRI Abdya turut mengajak wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan berimbang melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.
“Kami berharap rekan-rekan wartawan dapat membantu mengawal isu tambang rakyat ini dengan pemberitaan yang adil demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Silaturahmi tersebut dihadiri pengurus APRI Abdya, di antaranya Sekretaris Irmansyah Marzuki, Bendahara Idris Adami, serta sejumlah pengurus lainnya, dan berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









