Aceh Barat Daya – Pengamat Kebijakan Publik, Muhammad Mairiska Putra, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk kembali menggelar event-event berskala nasional dan provinsi.
Ia menilai langkah ini penting untuk pengembangan bakat pemuda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Putra menyebut kehadiran kembali Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) sebagai momentum kebangkitan kegiatan kepemudaan.
Menurutnya, dinas tersebut memegang peran strategis dalam membuka ruang kompetisi dan kreativitas bagi generasi muda.
“Dinas ini harus menjadi harapan baru bagi pemuda Abdya,” kata Muhammad Mairiska Putra, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan Abdya memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event besar.
Putra mengingatkan bahwa Abdya pernah sukses menggelar Turnamen Bulutangkis Tingkat Sumatra pada tahun 2015.
“Pengalaman itu membuktikan Abdya mampu menjadi tuan rumah event besar. Karena itu, pemerintah perlu kembali mengagendakan event skala nasional dan provinsi,” ujarnya.
Putra menilai event berskala luas akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Kehadiran peserta dan pendukung dari luar daerah akan menggerakkan berbagai sektor usaha.
“Peserta pasti datang bersama pendukungnya. Mereka membutuhkan penginapan, konsumsi, dan oleh-oleh. Kondisi ini akan menghidupkan perhotelan, usaha kuliner, dan UMKM khas Abdya,” jelasnya.
Ia menekankan pemerintah tidak harus menjadi pelaksana utama seluruh event. Pemerintah, kata dia, cukup berperan sebagai fasilitator dan pendukung.
“Pemerintah bisa mendorong paguyuban pemuda untuk merancang event. Dukungan perizinan, fasilitas, dan anggaran pendamping menjadi kunci keberhasilan,” katanya.
Ia menilai rencana pembangunan gedung Sport Center sebagai langkah tepat yang harus segera direalisasikan.
“Event besar membutuhkan fasilitas memadai,” tegasnya.
Di sektor pariwisata, Putra menyoroti Blangpidie sebagai ibu kota kabupaten yang dikenal sebagai kota dagang.
Ia menyarankan pemerintah memusatkan pengembangan pariwisata di sekitar kawasan kota.
Putra mengapresiasi peluncuran wahana waterboom oleh pengusaha lokal di Blangpidie. Namun, ia menilai pemerintah perlu menghadirkan destinasi tambahan.
“Waterboom ini langkah bagus, tetapi belum cukup. Pemerintah perlu menggandeng swasta untuk membangun kebun binatang mini agar Blangpidie memiliki magnet wisata baru,” tambahnya.
Ia menilai percepatan pengembangan event dan pariwisata menjadi sangat penting.
Pasalnya, Abdya akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh pada tahun 2027.
“MTQ 2027 harus menjadi momentum. Abdya dapat menggelar berbagai event lain dari sektor pendidikan, pariwisata, olahraga, hingga kuliner,” pungkas Putra.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









