Home / Pemerintah Aceh

Senin, 2 Februari 2026 - 12:14 WIB

Pemerhati Sosial Ingatkan Kritik Harus Etis dan Membangun, Bukan Serangan Personal

mm Redaksi

Pemerhati sosial alumni UNIDA Aceh, Syafrial, S.Sos. Foto: Dok. Istimewa

Pemerhati sosial alumni UNIDA Aceh, Syafrial, S.Sos. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerhati sosial alumni Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Aceh, Syafrial, S.Sos, menegaskan bahwa kritik dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara etis, objektif, dan bersifat membangun, bukan dilatarbelakangi kepentingan pribadi maupun sentimen emosional.

Menurut Syafrial, kritik seharusnya mengandung solusi dan edukasi bagi masyarakat, bukan justru menyerang karakter individu atau membentuk opini yang menyesatkan.

“Kritik itu harus memberikan solusi, bukan membunuh karakter seseorang,” ujar Syafrial di Banda Aceh, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Aceh–Kejati Teken Kesepakatan Pidana Kerja Sosial sebagai Alternatif Pemidanaan

Ia menilai, sejumlah kritik yang berkembang belakangan cenderung bersifat personal dan tidak berfokus pada kinerja lembaga. Syafrial juga menanggapi isu yang menuding Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh mengerahkan buzzer untuk membangun narasi tertentu, yang menurutnya tidak benar dan mengarah pada fitnah.

Syafrial mengajak semua pihak agar tidak mempolitisasi kinerja Pemerintah Aceh, terlebih di tengah upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mengembalikan kondisi masyarakat agar kembali normal dan mampu menata kehidupan ke depan.

Baca Juga :  RUPSLB Tetapkan Fadhil Ilyas Sebagai Dirut Bank Aceh Syariah

“Apalagi kita akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Masyarakat membutuhkan suasana yang tenang agar dapat beribadah dengan nyaman,” katanya.

Ia menegaskan, tuduhan mengenai pengerahan buzzer oleh Sekda Aceh tidak memiliki dasar fakta dan lebih bersifat opini sepihak. Syafrial juga mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh dalam melakukan pemulihan pascabencana dan mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan agar proses tersebut berjalan optimal.

Baca Juga :  Karoops Polda Aceh Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pawai Takbir dan Salat Idulfitri 1446 H

Selain itu, ia berharap lembaga mitra pemerintah tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Stabilitas dan kondusivitas daerah, menurutnya, sangat penting agar roda pemerintahan dapat tetap fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.

Di akhir pernyataannya, Syafrial mengingatkan agar pimpinan daerah tidak perlu menanggapi setiap kritik yang tidak konstruktif. Ia mengutip peribahasa, “Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” sebagai pesan untuk terus fokus pada kerja nyata demi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Terima Kunjungan Relawan Red Cross Norwegia, PJ Gubernur Safrizal: Semua Berkat Partisipasi Anda

News

Mualem Boyong 120 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Suzuya Lhokseumawe 

Pemerintah Aceh

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa”

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Bentuk Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Beroperasi 24 Jam

Pemerintah Aceh

Wagub Sapa Supir Truk Pelat Luar Aceh di Puncak Gurutee, Beri Jajan Makan Siang 

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Langkahan Aceh Utara

News

Mubadala Energi Sumbang 5 ekor Sapi Meugang Idul Fitri 1446 H

Pemerintah Aceh

Ketua MAA Aceh Sesalkan Baju Adat Aceh Dipakai dalam Video Ucapan Hari Besar Nonmuslim