Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melantik dan mengambil sumpah jabatan 33 Keuchik terpilih hasil Pemilihan Keuchik Serentak Gelombang III Kota Banda Aceh Periode 2026–2032, yang berlangsung di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026).
Pelantikan serentak tersebut diikuti oleh keuchik dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh dan menandai dimulainya masa pengabdian para keuchik sebagai pimpinan pemerintahan gampong untuk enam tahun ke depan.
Dalam prosesi pelantikan itu, Wali Kota Illiza didampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah. Turut hadir Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Jalaluddin, Asisten I Bidang Pemerintahan Bachtiar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Faisal, Asisten III Bidang Administrasi Umum M. Nurdin, serta jajaran SKPK di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa pelantikan keuchik bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Keuchik adalah pemimpin yang diteladani, pengayom masyarakat, sekaligus pelayan umat. Amanah ini tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” ujar Illiza.
Ia mengingatkan para keuchik untuk menjaga kondusivitas dan persatuan gampong, merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik pada masa pemilihan, serta menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, Illiza menekankan pentingnya pengelolaan keuangan gampong yang transparan dan akuntabel. Ia meminta para keuchik berhati-hati dalam penggunaan dana gampong agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks kekhususan Aceh, Wali Kota juga mendorong para keuchik untuk memperkuat pageu gampong, menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, serta aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.
“Keuchik harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan gampong yang jujur, profesional, dan berorientasi pada pelayanan, guna mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh gampong di Kota Banda Aceh.
Editor: Amiruddin. MK













