Banda Aceh — Pimpinan dan sejumlah anggota DPRK Banda Aceh menghadiri prosesi pelantikan Keuchik se-Kota Banda Aceh yang dilaksanakan secara serentak di Aula Gedung Mawardi Nurdin, Kompleks Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2025).
Para Keuchik yang merupakan hasil pemilihan keuchik langsung (pilchiksung) serentak tersebut dilantik langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal.
Dari unsur DPRK Banda Aceh, hadir lengkap jajaran pimpinan, yakni Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, S.T., Wakil Ketua I Daniel Abdul Wahab, S.Pd., dan Wakil Ketua II Dr. Musryadi Aswad, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh Teuku Nanta Setia, S.T., M.M., Wakil Ketua Komisi I Aiyub Bukhari, S.Pd., serta anggota Komisi I Zulkasmi.
Pelantikan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Para Keuchik terpilih mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) berwarna putih lengkap dengan atribut, dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib.
Sebanyak 33 Keuchik dari berbagai gampong di Kota Banda Aceh resmi dilantik untuk menjalankan amanah kepemimpinan gampong periode 2026–2032. Para Keuchik tersebut telah mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin dan membangun gampong masing-masing.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Jamal menegaskan bahwa pelantikan Keuchik bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, S.T., menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam menjalankan roda pemerintahan gampong. Menurutnya, kebijakan dan program yang lahir dari gampong melalui peran Keuchik harus mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan gampong.
“Terlebih mulai tahun ini dana gampong atau dana desa mengalami penurunan yang cukup drastis. Kondisi ini menuntut adanya inovasi agar ketahanan gampong tetap terjaga dan pembangunan dapat terus berjalan,” ujar Irwansyah.
Ia menegaskan bahwa Keuchik tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun gampong. Oleh karena itu, diperlukan kekompakan dan sinergi seluruh elemen masyarakat gampong.
Irwansyah mendorong para Keuchik agar mampu melibatkan berbagai unsur, mulai dari tuha peut, imam gampong atau imam masjid, perangkat meunasah, kaum perempuan, pemuda, hingga masyarakat secara umum.
“Dengan kekompakan, ide-ide dapat ditampung dan diwujudkan untuk membangun desa yang mandiri dan inovatif. Banyak contoh desa di daerah lain yang mampu menghasilkan pendapatan desa besar dengan memanfaatkan kekayaan alam dan kreativitas masyarakat, baik melalui ketahanan pangan, UMKM, perdagangan, kerajinan, maupun sektor kreatif lainnya,” jelasnya.
Ia berharap para Keuchik yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang inovatif, visioner, serta mampu membangun kebersamaan demi kemajuan gampong-gampong di Kota Banda Aceh.
Editor: Amiruddin. MK













