Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:24 WIB

BNPB Targetkan 914 Huntara di Bener Meriah Rampung Pertengahan Februari 2026

mm Redaksi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) saat memastikan bahan material untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (13/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) saat memastikan bahan material untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (13/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Bener Meriah – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menargetkan pembangunan huntara rampung pada awal bulan puasa. Khusus untuk unit huntara di Kampung Wonosobo, pembangunan ditargetkan selesai pada 17 Februari 2026. Sejumlah huntara di titik lain juga telah selesai dan mulai dihuni warga.

“Targetnya di awal bulan ramadan. Bahkan ini vendor sudah berjanji paling lambat tanggal 17 Februari. Artinya lima hari lagi harus sudah jadi,” Kata Suharyanto dalam keterangan resminya, Sabtu 14 Februari 2026.

Selanjutnya, Untuk di Bener Meriah, terdapat 914 kepala keluarga (KK) dengan kategori rumah rusak berat. Seluruhnya memilih untuk dibangunkan hunian sementara.

Kepala BNPB menyampaikan, huntara ini menjadi salah satu dari dua skema penanganan rumah rusak berat yang dilakukan pemerintah melalui BNPB.

Baca Juga :  Kajati Aceh, Bambang Bachtiar Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Pemberantasan Korupsi

“Selain huntara, skema kedua adalah pemberian dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau masyarakat sekitar. Khusus di Bener Meriah, ada 914 kepala keluarga yang akan menerima huntara ini, sebagaimana yang menjadi permohonan masyarakat melalui Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kepada BNPB,” Terangnya.

Di samping itu, sambungnya, keputusan pemberian huntara tersebut juga mempertimbangkan masukan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, yang mana tinggal menumpang dalam jangka waktu lama dinilai memiliki tantangan tersendiri dari sisi kenyamanan dan sosial.

“Oleh karena itu, seluruh 914 KK akan difasilitasi dengan pembangunan huntara, selagi menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) secara permanen,” Katanya.

Baca Juga :  Warga Korban Banjir di Perdalaman Pidie Jaya Harap kepastian Tempat Hunian

Dibandingkan dengan tenda darurat, Suharyanto menjelaskan, huntara dinilai lebih layak dan nyaman untuk ditempati dalam masa transisi. Setiap unit huntara dilengkapi kamar mandi pribadi, serta tersedia fasilitas kamar mandi komunal tambahan bagi warga.

“Dari sisi dukungan logistik, Kementerian Sosial akan memberikan bantuan dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit huntara. Saat ini, proses verifikasi dan penyelarasan data antara Kementerian Sosial dan BNPB tengah dilakukan agar bantuan dapat segera disalurkan. Selain itu, BNPB juga memberikan dukungan tambahan secara terbatas berupa kipas angin, lemari kecil, kasur, dan kompor bagi penghuni huntara,” Ujarnya.

Suharyanto menambahkan, Hunian sementara ini akan digunakan hingga pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Secara konstruksi, bangunan huntara dirancang cukup kokoh untuk digunakan selama beberapa bulan ke depan, namun pemerintah tetap menargetkan percepatan pembangunan huntap.

Baca Juga :  17 Perempuan Asal Indonesia diduga jadi korban TPPO

Adapun pembangunan hunian tetap akan dilakukan melalui dua skema, yakni skema terpusat dan skema mandiri. Skema terpusat akan dibangun dalam satu kawasan terpadu yang dapat menampung sekitar 100 hingga 200 KK, dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sementara itu, untuk skema mandiri, pembangunan akan difasilitasi oleh BNPB sesuai dengan pilihan dan lokasi yang diinginkan masyarakat.

“BNPB memastikan seluruh proses pembangunan hunian sementara dan hunian tetap dilakukan secara terkoordinasi bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, guna menjamin percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Bener Meriah,” Demikian Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Tokoh Masyarakat Aceh Singkil Menegaskan Pentingnya kandidat Dapil 1 ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah

Daerah

Wasekum HAMAS : Pembahasan APBK Aceh Selatan tahun 2025 terkesan dipaksakan

Daerah

Solusi Bangun Andalas Santuni 100 Anak Yatim di Aceh Ramadan Festival 2024

Aceh Besar

Kadinsos Aceh Besar Buka Pelatihan Pemberdayaan Karang Taruna

Pemerintah

Delapan Pesan Penting Menko Yusril Ihza Mahendra

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Gelar Open House di Rumah Pribadi Cot Nambak

Pemerintah

Imigrasi Sabang Gelar Operasi WIRAWASPADA Sasar Pusat Keberadaan WNA

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Buka Turnamen Mini Soccer Piala Danrem 012/Teuku Umar 2026