Home / Ekbis / Pemko Banda Aceh

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:17 WIB

Sinergi Pemko dan BI Aceh, Banda Aceh Perketat Pengendalian Inflasi Pangan Jelang Ramadan 1447 H

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Kepala BI Aceh, Agus Chusaini, menegaskan sinergi pengendalian inflasi pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Jumat (27/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Kepala BI Aceh, Agus Chusaini, menegaskan sinergi pengendalian inflasi pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Jumat (27/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi pangan menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Auditorium Teuku Umar, Kantor BI Aceh.

Rapat strategis itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan dihadiri unsur Forkopimda serta mitra strategis lainnya. Seluruh pihak sepakat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendorong percepatan digitalisasi pembayaran di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Strategi 4K Jadi Andalan

Pengendalian inflasi ditempuh melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah mengoptimalkan Operasi Pasar (OP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pengawasan harga dan stok bahan pokok menjelang HBKN juga diperketat disertai evaluasi harga acuan secara berkala.

Baca Juga :  Konversi ke Syariah, Bank Aceh Tunjukkan Kinerja Tren Positif

Dari sisi pasokan, langkah yang dilakukan antara lain melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), monitoring distribusi, serta peningkatan produksi pangan berbasis urban farming, seperti penanaman cabai di pekarangan rumah warga.

Kelancaran distribusi diperkuat melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang terukur dan tepat sasaran dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Sementara itu, komunikasi efektif dilakukan melalui penguatan literasi belanja bijak, kampanye konsumsi pangan beku dan olahan melalui program Dapur Cerdas Inflasi, serta pemanfaatan dashboard Early Warning System (EWS) inflasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa operasi pasar dan fasilitasi distribusi terbukti efektif menahan laju inflasi.

“Pelaksanaan operasi pasar dan fasilitasi distribusi pangan terbukti efektif menahan laju inflasi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan belanja bijak serta mengonsumsi ikan atau daging beku yang harganya lebih stabil,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Salah Beli Kurma Israel, Kenali 6 Cirinya
Dorong Belanja Bijak dan QRIS

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak menerapkan empat langkah belanja bijak, yakni membeli sesuai kebutuhan, memilih produk lokal dan pangan beku yang lebih stabil harganya, menghindari pemborosan, serta mengutamakan transaksi digital menggunakan QRIS.

Digitalisasi pembayaran turut menjadi perhatian dalam HLM tersebut. TP2DD Kota Banda Aceh berkomitmen memperluas pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui kanal non-tunai seperti QRIS. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta retribusi daerah melalui QRIS terus dioptimalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.

Wali Kota Illiza menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran merupakan bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan.

“Pembayaran pajak dan retribusi melalui QRIS mendukung tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan, dan akuntabel, sehingga Banda Aceh menjadi kota yang lebih modern dan berdaya saing,” tegasnya.

Baca Juga :  Wakil Mentri Pertanian Terima Kunjungan ARC USK
SERAMBI 2026

Dari sisi sistem pembayaran tunai, BI Aceh juga menghadirkan program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026 untuk layanan penukaran uang pecahan kecil.

Program ini berlangsung pada 23–26 Februari 2026 dan 2–13 Maret 2026 di sejumlah lokasi serta 15 loket perbankan di Aceh. Khusus 9–13 Maret 2026, layanan dipusatkan di Taman Seni dan Budaya Aceh.

Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara digital melalui website PINTAR (pintar.bi.go.id) guna memastikan layanan berjalan tertib dan terjadwal.

BI Aceh mengimbau masyarakat untuk menukar uang melalui jalur resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun penipuan, tanpa biaya tambahan.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, Banda Aceh optimistis mampu menjaga stabilitas harga pangan, melindungi daya beli masyarakat, serta mendorong ekosistem pembayaran digital yang inklusif menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bank Aceh Syariah Dukung Penuh PON 2024, Luncurkan Jersey Khusus Atlet dan Produk Keuangan Bertema PON

Ekbis

BSI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pesantren di Aceh

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Salurkan Zakat untuk Anak Berkebutuhan Khusus dan Fakir Uzur di Syiah Kuala

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri untuk SDM Unggul

Ekbis

Pembiayaan Terus Tumbuh, Laba BSI Melesat 32,41%

Ekbis

Island Hospital, Jadi Pusat Kanker di Penang

Nasional

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Raih Anugerah Srikandi Indonesia 2025 Kategori Penggerak Pendidikan

Ekbis

Kemendag Bantah Penjualan Hewan Kurban Tahun 2025 Turun