Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Rapat Tingkat Menteri Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang PMK dan membahas progres pelaksanaan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana, sekaligus menyepakati Rencana Induk Percepatan Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana sebagai acuan bersama lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Dalam forum itu, Fadhlullah menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana. Ia juga meminta kejelasan terkait realisasi hunian tetap (huntap), khususnya bagi warga Kabupaten Bireuen yang telah hampir tiga bulan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).
Menurutnya, kepastian pembangunan huntap menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan permanen.
Selain itu, Fadhlullah juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk meninjau kembali sejumlah program di daerah yang tidak terdampak bencana namun masuk dalam skema perencanaan di luar kegiatan kebencanaan.
Ia menilai penyesuaian tersebut penting agar fokus dan efektivitas anggaran benar-benar diarahkan kepada wilayah terdampak, sehingga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih tepat sasaran.
“Ada beberapa program yang kami lihat di Bappenas. Bahkan ada beberapa daerah yang sebenarnya tidak terdampak, tetap diakomodir kegiatannya, meski di luar kegiatan bencana. Nah, ini mohon nanti dikoreksi kembali,” ujar Fadhlullah.
Pada kesempatan tersebut, Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia atas bantuan sapi untuk tradisi meugang Ramadan yang sakral bagi masyarakat Aceh.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas bantuan sapi untuk meugang Ramadan. Tradisi ini sangat sakral bagi masyarakat Aceh. Kami berharap bantuan serupa juga dapat diberikan kembali pada meugang Idulfitri mendatang,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK











