Aceh Barat – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan total realisasi investasi sebesar Rp764,79 miliar. Di tengah dinamika ekonomi nasional, Aceh Barat juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pelayanan publik berbasis digital.
Kepala DPMPTSP Aceh Barat, Ifan Murdani, S.STP, MSi, Sabtu (7/2/2026), mengatakan bahwa sepanjang 2025, DPMPTSP mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan realisasi mencapai 95,15 persen atau setara Rp5,60 miliar.
“Tingginya serapan anggaran menunjukkan optimalisasi program dan konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi,” ujar Ifan.
Meski nilai realisasi investasi turun 53 persen dibanding 2024, aktivitas investasi justru meningkat, tercermin dari naiknya jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar 37 persen, dengan total 1.191 laporan sepanjang 2025.
Secara sektor, pertambangan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Aceh Barat dengan kontribusi 47,5 persenatau sekitar Rp363 miliar, diikuti sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan sebesar 20,8 persen atau Rp158 miliar. Kecamatan Meureubo menjadi wilayah dengan nilai investasi tertinggi mencapai Rp378 miliar atau 49,4 persen.
Ifan menambahkan, pelayanan publik Aceh Barat kini 100 persen digital, melalui sistem OSS, SICANTIK, dan SIMBG, dengan total 3.253 dokumen perizinan dan nonperizinan diterbitkan. Beberapa inovasi layanan juga dihadirkan, seperti Klik n Kring, Hiling (layanan izin keliling), SILOPer (layanan antar dokumen ke rumah pemohon), serta platform B’Invest Anywhere untuk promosi investasi.
Dampak positif dari capaian ini, penyerapan tenaga kerja lokal sepanjang 2025 tercatat mencapai 845 orang, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat, tandas Ifan.
Editor: Amiruddin. MK













