Home / Daerah

Selasa, 31 Desember 2024 - 16:01 WIB

Ada Program Prioritas Musrenbang Gampong Batee

mm Amir Sagita

Warga Gampong Batee, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, saat melaksanakan Musrenbang dan pelatihan dan penyuluhan stunting, Selasa (31/12/2024) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id)

Warga Gampong Batee, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, saat melaksanakan Musrenbang dan pelatihan dan penyuluhan stunting, Selasa (31/12/2024) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id)

Sigli – Musyawarah Rencana Pembangunan Gampong (Musrenbang) Batee, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, digelar Selasa (31/12/2024).

Ada beberapa program prioritas yang harus dilaksanakan pada pembangunan tahun 2025 nanti, diantaranya pembangunan rabat beton, pembangunan lapangan badminton, pembangunan parit, pembangunan lanjutan tebing program ketahanan pangan.

Lalu ada pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), penguatan dan permidalan Badan Usaha Milik Gampong, lalu ada program kesehatan dan program PKK

Camat Muara Tiga, Bakhtiar dalam Musrenbang mengatakan, semua anggaran harus sesuai dengan skala prioritas Gampong. Lalu jangan lupa untuk ketahanan pangan 20 persen, Bantuan Langsung Tunai (BLT) 15 persen dan operasional aparatur Gampong 3 persen. “Jadi hanya 52 persen anggaran yang bisa dilaksanakan pembangunan sesuai keinginan rakyat”,jelasnya.

Baca Juga :  DWP Aceh Barat Raih Juara Pertama Lomba Senam SKJ 2022 Tingkat Provinsi

Namun Baktiar meminta kepada Keuchik agar tetap berkoordinasi dengan Tuha Puet Gampong (TPG) dalam hal membangun Gampong. Sehingga tidak ada saling curiga dalam melaksanakan semua kegiatan dengan menggunakan dana Gampong. “Ini harus komunikasikan dalam segala hal”,pinta camat.

Selain itu Keuchik Gampong Batee, Zakaria T.M.Dan mengatakan, untuk kali ini jumlah pagu dana Gampong Batee mencapai Rp 690 juta lebih. Namun tidak menjadi persoalan dalam pelaksanaan pembangunan Gampong, akan tetapi sesuai perencanaan dana tersebut akan terserap semuanya. “Kita upayakan apa saja usulan masyarakat tetap menjadi prioritas”,jelasnya.

Baca Juga :  Stand Polres Aceh Timur Sedot Animo Masyarakat Pada Ajang POPDA Aceh XVII

Zakaria menjelaskan, untuk pelaksanaan MTQ mungkin menjadi program prioritas tahun 2025, lalu ada beberapa program prioritas lainnya sesuai kesepakatan nanti setelah anggaran turun. Pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan TPG dalam hal pengelolaan anggaran. “Kita upayakan koordinasi yang baik demi membangun desa”,ungkap dia.

Baca Juga :  Panwaslih Aceh Singkil : Dulmusrid tidak ditemukannya pelanggaran administrasi

Sebelum dilaksanakan pelatihan dan penyuluhan pencegahan stunting dan dipandu oleh Kepala Puskesmas Muara Tiga, Ns.Jufrida,S.Kep. Dalam penjelasannya tentang bagaimana mengantisipasi stunting kepada semua yang hadir.

Terutama kata Jufrida, kepada kader juga diharapkan mampu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bagaiman mengantisipasi stunting terhadap anak. Artinya pemahaman sangat penting diberikan kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil dan kepada ibu-ibu lainnya. “Kader harus berani tampil dan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya stunting”,pinta Kepala Puskesmas Muara Tiga, Ns.Jufrida.

 

Penulis. Amir Sagit

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Sampaikan Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Rakyat Bener Meriah : “Jangan Biarkan Swadaya Warga Menjadi Simbol Ketidakhadiran Negara”

Daerah

Polemik Pergantian TPG di Pidie Dinilai Berpotensi Melemahkan Pengawasan Pemerintahan Gampong

Daerah

Kemenkum Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi XIII DPR RI

Daerah

Camat Kota Baharu : Jangan bosan mengingatkan kepada pemerintah

Daerah

Hadirkan Desa Binaan, Komitmen Imigrasi Sabang lindungi warga dari bahaya TPPO

Daerah

UTU Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri Program Magister 2025

Daerah

Himpun Dana Rp 55,5 Juta, PWI Aceh Santuni 111 Anak Yatim  

Daerah

Sejumlah Perusahaan Pers di Aceh Terima Sertifikat Keanggotaan SPS