Home / Internasional / Peristiwa

Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:00 WIB

Amerika Serikat Kirim Pesawat Militer Terbesar ke Dekat Iran

mm Redaksi

C-5M Super Galaxy merupakan pesawat angkut militer raksasa yang telah dioperasikan sejak 1970. (iStockphoto/dan_prat)

C-5M Super Galaxy merupakan pesawat angkut militer raksasa yang telah dioperasikan sejak 1970. (iStockphoto/dan_prat)

Jakarta – Amerika Serikat mengirimkan pesawat militer terbesar di dunia, C-5M Super Galaxy ke lokasi yang berdekatan dengan perbatasan Iran. Langkah ini semakin meningkatkan ketegangan antara AS, Iran, dan sekutunya, di tengah konflik Iran-Israel yang tengah berlangsung.

Menurut data pelacakan dariĀ Flightradar24, pesawat raksasa tersebut berangkat dari Pangkalan Udara Aviano, Italia, dan tercatat mendekati ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Kamis malam waktu setempat.

Hingga kini, Departemen Pertahanan AS belum memberikan keterangan resmi terkait misi penerbangan tersebut.

Mengutip Newsweek, keputusan mengirimkan C-5M Super Galaxy ke wilayah dekat Iran tak lepas dari situasi geopolitik yang terus memanas.

Baca Juga :  Agar Tak Jadi Fitnah, APH Didesak Segera Usut dan Buktikan Dugaan Pungli di Dinsos Aceh Selatan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut akan mengambil keputusan dalam dua minggu ke depan jika akan terlibat dalam konflik Israel vs Iran atau tidak.

Langkah ini juga sejalan dengan peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Selain pesawat angkut berat C-5M, AS juga mengerahkan lebih banyak jet tempur F-16, F-22, dan F-35 ke kawasan tersebut.

Pesawat angkut terbesar

C-5M Super Galaxy merupakan pesawat angkut militer raksasa yang telah dioperasikan sejak 1970. Dengan daya angkut hingga 127.460 kg, pesawat ini mampu membawa berbagai peralatan militer berat seperti tank, helikopter, hingga kendaraan lapis baja.

Baca Juga :  Uni Eropa Bersiap untuk Membuat Sejarah: Kemerdekaan Palestina Akan Diakui

Pesawat ini mampu terbang sejauh 2.150 mil laut tanpa pengisian bahan bakar. Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan 52 unit C-5 yang tersebar di beberapa pangkalan utama di AS, termasuk Dover, Travis, Lackland, dan Westover.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa jika AS terlibat dalam perang, maka “mereka akan menanggung kerusakan parah.”

Ia menegaskan bahwa, “Perang dibalas dengan perang, bom dibalas dengan bom, dan serangan dibalas dengan serangan.”

Baca Juga :  Pemerintah Evakuasi WNI dari Iran

Upaya diplomatik

Meski ketegangan terus meningkat, sejumlah negara Eropa mendorong jalur diplomasi. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Prancis, Jerman, dan Inggris siap mengajukan proposal negosiasi dengan Iran, khususnya terkait program nuklir.

Meski demikian, PrancisĀ memberi syarat Iran tak boleh menggelar program pengayaan uranium sama sekali.

“Kembali ke meja perundingan adalah hal yang mutlak. Ini mencakup penghapusan pengayaan uranium, pembatasan rudal balistik, serta penghentian pendanaan kelompok-kelompok teroris yang memperburuk stabilitas kawasan,” ujar Macron.

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, juga menegaskan bahwa Inggris tetap berkomitmen agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Begini Respons Polda Aceh soal Pelemparan Bus di Indrapuri

Internasional

Bandara Dubai Dihantam Drone, Kemlu RI Pastikan kelancaran perjalanan bagi WNI yang terdampak

Daerah

KRI Teluk Gilimanuk-531 Bawa Bantuan Logistik Menuju Aceh

Internasional

Kapal Alami Kecelakaan, 20 WNI selamat dan telah dievakuasi

Internasional

Laporan AS: Israel Kemungkinan Langgar Hukum Internasional di Gaza

Internasional

Kemlu RI dan KBRI Phnom Penh Fasilitasi Pemulangan Tiga WNI Rentan Asal Sumut, Sulut dan Jabar dari Kamboja

Hukrim

Imigrasi Banda Aceh Deportasi WN Bangladesh Usai Jalani Hukuman Tindak Pidana Keimigrasian

Internasional

KRI SIM-367 Tuntaskan Misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon