Home / Daerah / Pemerintah / Simeulue

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:37 WIB

Ancaman Banjir Bandang Mengintai Simeulue di Tengah Dugaan Pembabatan Hutan

Argamsyah

Aktivis muda Simeulue Wiwin Hendrolia.Foto: Dok. Argam/Noa.co.id

Aktivis muda Simeulue Wiwin Hendrolia.Foto: Dok. Argam/Noa.co.id

Simeulue – Banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Aceh menjadi peringatan keras bagi daerah lain yang tengah menghadapi tekanan kerusakan lingkungan, Rabu (17/12/2025).

‎Di Simeulue, kekhawatiran itu kian menguat seiring maraknya dugaan pembabatan hutan secara besar-besaran untuk pembukaan perkebunan sawit.

Warga setempat, menyoroti kemiripan pola kerusakan hutan di daerah yang dilanda banjir bandang. Tumpukan kayu yang terbawa arus banjir di beberapa wilayah Aceh disebut sebagai bukti nyata rusaknya kawasan hutan akibat alih fungsi lahan.

Baca Juga :  Permintaan Kambing Kurban Meningkat Jelang Idul Adha, Harga Tembus Rp 6,5 Juta Per Ekor

‎Sejumlah aktivis lingkungan menilai Simeulue berpotensi mengalami bencana serupa jika praktik pembabatan hutan terus dibiarkan. Dugaan aktivitas pembukaan lahan sawit oleh PT Raja Marga menjadi perhatian utama masyarakat.

“Apa bedanya kejadian banjir bandang di daerah lain dengan dugaan pembabatan hutan besar-besaran yang terjadi di Simeulue?” kata seorang aktivis muda Simeulue Wiwin Hendrolia

Wiwin menyebutkan, selain dilakukan secara masif, aktivitas perusahaan tersebut diduga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah. Namun hingga kini, kata dia, belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Simeulue maupun Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Baca Juga :  Setelah dikepung Buaya, kini Aceh Singkil dikepung Malaria

“Persoalan ini sudah lama bergulir. Yang mengherankan, pemerintah daerah dan DPRK Simeulue terkesan diam,” ujarnya.

Pembiaran terhadap kerusakan hutan dinilai berisiko besar terhadap keselamatan warga. Simeulue yang memiliki kontur wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai dinilai rentan terhadap banjir bandang jika daya dukung lingkungan terus menurun.

Baca Juga :  Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tangani TBC Secara Serius

“Kalau ini terus dibiarkan, Simeulue hanya tinggal menunggu giliran,” kata aktivis tersebut.

‎Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Simeulue dan Pemerintah Aceh segera melakukan audit lingkungan serta meninjau kembali seluruh aktivitas pembukaan lahan sawit di wilayah tersebut.

‎Mereka berharap Gubernur Aceh turun tangan untuk mencegah bencana ekologis yang berpotensi menelan korban jiwa dan merusak permukiman warga masyarakat Kabupaten Simeulue.

“Kami tidak ingin Simeulue, Ate Fulawan, menjadi korban berikutnya,” ujar Wiwin.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Bakamla Aceh kunjungan sinergitas ke Imigrasi Langsa

Nasional

Pangkas Birokrasi, Kemendagri Luncurkan Sistem Informasi Eksekutif

Daerah

Disdik Aceh Dorong Penguasaan Coding untuk Generasi Muda melalui Pelatihan Coding4Future di SSB Pidie

Internasional

Imigrasi RI dan Kamboja Sepakati Kerjasama Pencegahan TPPO

Daerah

Kodim 0115/Simeulue Gelar Bazar Ramadhan TNI Serentak Sambut Idul Fitri 1447 H

Aceh Besar

Diskominsa Aceh dan Pemkab Aceh Besar Perkuat Integrasi Informasi Publik Lewat FGD di Kota Jantho

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Ponpes Gontor 8 

Aceh Besar

Waduk Keuliling Krisis Debit, Hanya Dukung Suplai Air untuk 600 Hektar