Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan memfokuskan intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode paling penting dalam tumbuh kembang anak.
Fokus tersebut dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, serta edukasi keluarga agar anak memperoleh asupan nutrisi yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Wali Kota Banda Aceh melalui Kadis Kesehatan Wahyudi mengatakan, penanganan stunting harus dimulai sejak dini karena kualitas kesehatan anak pada masa awal kehidupan sangat menentukan perkembangan fisik dan kecerdasannya di masa depan.
“Pemerintah kota terus memperkuat intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan agar anak-anak tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting,” ujarnya, dikutip Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin ibu hamil, pemberian makanan tambahan bergizi, suplementasi gizi, imunisasi, promosi ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu dan puskesmas.
Selain itu, tenaga kesehatan bersama kader posyandu juga aktif memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola makan sehat, sanitasi lingkungan, dan pentingnya pola asuh yang baik dalam mendukung pertumbuhan anak.
“Kami menilai keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan stunting, terutama dalam memastikan anak memperoleh gizi yang cukup dan akses layanan kesehatan secara rutin,” ujarnya.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah gampong, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan organisasi masyarakat guna memastikan intervensi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pemko Banda Aceh juga terus memperbarui data keluarga berisiko stunting agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
“Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis angka stunting dapat ditekan secara bertahap sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang,” harapnya. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











