Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:14 WIB

Angka Stunting Ditargetkan Turun, Banda Aceh Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat meluncurkan program pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita dengan masalah gizi, di Gampong Beurawe, Kamis (17/4/2025). Foto: Humas Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat meluncurkan program pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita dengan masalah gizi, di Gampong Beurawe, Kamis (17/4/2025). Foto: Humas Banda Aceh

Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan memfokuskan intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode paling penting dalam tumbuh kembang anak.

Fokus tersebut dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, serta edukasi keluarga agar anak memperoleh asupan nutrisi yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.

Wali Kota Banda Aceh melalui Kadis Kesehatan Wahyudi mengatakan, penanganan stunting harus dimulai sejak dini karena kualitas kesehatan anak pada masa awal kehidupan sangat menentukan perkembangan fisik dan kecerdasannya di masa depan.

Baca Juga :  PUPR Banda Aceh Pasang Kabel Pompa Air Underpass Beurawe, Ditarget Rampung 1–2 Hari

“Pemerintah kota terus memperkuat intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan agar anak-anak tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting,” ujarnya, dikutip Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin ibu hamil, pemberian makanan tambahan bergizi, suplementasi gizi, imunisasi, promosi ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu dan puskesmas.

Baca Juga :  Forum Inspirasi dan Transfer Best Practice

Selain itu, tenaga kesehatan bersama kader posyandu juga aktif memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola makan sehat, sanitasi lingkungan, dan pentingnya pola asuh yang baik dalam mendukung pertumbuhan anak.

“Kami menilai keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan stunting, terutama dalam memastikan anak memperoleh gizi yang cukup dan akses layanan kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Di sisi lain, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah gampong, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan organisasi masyarakat guna memastikan intervensi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banda Aceh Tutup BSI Fest Ramadhan, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

“Pemko Banda Aceh juga terus memperbarui data keluarga berisiko stunting agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

“Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis angka stunting dapat ditekan secara bertahap sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang,” harapnya. (Adv)

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pelantikan 7 Ketua TP-PKK Kecamatan, Illiza: Jadikan PKK sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Pemko Banda Aceh

Illiza Kukuhkan Semangat Baru Perpani Banda Aceh, Fokus Pembinaan Atlet Panahan Muda

Keagamaan

Pemko Banda Aceh Matangkan Persiapan Dakwah Akbar Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Pemko Banda Aceh

Sambut HUT RI, Festival QRIS Pasar Atjeh 2026 Hadirkan Diskon, UMKM, dan Doorprize

Keagamaan

Safari Ramadan di Lamdom, Afdhal Paparkan Capaian Program Illiza–Afdhal dan Tekan Kemiskinan 5,45 Persen

Pemko Banda Aceh

Satpol PP & WH Aceh Intensifkan Razia Tempat Hiburan Jelang Ramadhan 1447 H

Advetorial

Usia Produktif Dominasi Kasus HIV/AIDS, Dinkes Banda Aceh Perluas Layanan Tes Gratis

Parlementaria

Satu Tahun Kepemimpinan Illiza Saaduddin Djamal–Afdhal Khalilullah, DPRK Nilai Banda Aceh Makin Dikenal Dunia