Banda Aceh — Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) DPW Aceh menggelar pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh. Pertemuan ini turut dihadiri oleh anggota APIKI yang juga merupakan pelaku usaha di berbagai sektor.
Ketua APIKI DPW Aceh, Munarwansyah, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara organisasi dan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan UMKM ke depan.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dan menyamakan persepsi agar pembinaan UMKM bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Munarwansyah.
Rombongan APIKI diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T Adi Darma, didampingi Kabid PSDI Syahrial Faujar dan Kepala UPTD Rumah Kemasan Aceh (RKA), Dewiana. APIKI juga menyampaikan apresiasi atas arahan dan dukungan yang diberikan Disperindag Aceh dalam pengembangan sektor industri kecil dan perdagangan.
Dalam arahannya, Kadis Perindag Aceh T Adi Darma mengapresiasi kiprah APIKI Aceh yang dinilai aktif dan konsisten mendampingi UMKM. Ia menilai keterlibatan langsung anggota APIKI sebagai pelaku usaha menjadi nilai tambah yang penting.
“APIKI bukan hanya organisasi, tetapi juga wadah pelaku usaha yang terjun langsung. Ini menjadi contoh baik dan berdampak pada pergerakan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja,” kata T Adi Darma.
Ia menegaskan bahwa Disperindag Aceh membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan APIKI, termasuk fasilitasi kemitraan dengan pihak swasta dan BUMD. Menurutnya, komunikasi yang intens dan silaturahmi yang berkelanjutan menjadi kunci penguatan UMKM di Aceh.
Selain itu, Kadis juga mengingatkan pentingnya keaktifan organisasi agar eksistensi APIKI semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan kontribusi positif yang lebih luas.
Sementara itu, Pembina APIKI Aceh, Iskandarsyah Madjid, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan, khususnya di bidang digital dan komunikasi bisnis. Ia juga mengapresiasi peran UPTD Rumah Kemasan Aceh dalam mendukung kualitas dan daya saing produk UMKM.
Iskandarsyah berharap ke depan pelaku UMKM dan industri kecil dapat terus menjalin komunikasi aktif dengan Disperindag Aceh agar berbagai persoalan dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama.
Editor: Amiruddin. MK










