Home / Pemko Banda Aceh / Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 21:02 WIB

BAA Talks 2026, Wali Kota Banda Aceh Dorong Kota Berbasis Talenta dan Kolaborasi

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan sambutan dalam BAA Talks 2026 di AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan sambutan dalam BAA Talks 2026 di AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan komitmen pembangunan berbasis kolaborasi dan penguatan sumber daya manusia dalam Seminar Best Practice Banda Aceh Academy (BAA) Talks 2026 di AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus forum strategis dalam mendorong arah pembangunan menuju kota berbasis talenta (talent-based city).

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ary Ginanjar Agustian, Ahmad Luthfi, Seno Aji, serta Rico Tri Putra Bayu Waas. Hadir pula Sekda Aceh M. Nasir, unsur Forkopimda, akademisi, dan ratusan peserta.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh dan DPRK Sepakati Raqan APBK 2026, Anggaran Fokus pada Pelayanan Publik

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa BAA Talks bukan sekadar seminar, tetapi ruang dialog strategis untuk mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, dan generasi muda.

“BAA Talks hadir untuk membuka wawasan, membangun jejaring, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik berbagai daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa usia 821 tahun Kota Banda Aceh merupakan simbol kematangan peradaban yang dibangun dari sejarah panjang, termasuk ketangguhan menghadapi konflik dan bencana tsunami 2004.

“Usia ini adalah pijakan untuk melangkah lebih maju,” kata Illiza.

Visi Kota Kolaborasi

Dalam forum tersebut, Wali Kota kembali menegaskan visi Banda Aceh Kota Kolaborasi sebagai arah pembangunan ke depan.

Baca Juga :  Aceh Butuh Perhatian: Pendidikan Berkualitas Terhalang Jaringan Internet Lemah

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan komunitas.

Sebagai implementasi, Pemko menghadirkan program Banda Aceh Academy yang fokus pada pengembangan SDM berbasis kolaborasi.

Program ini mencakup penguatan digital skill, kewirausahaan, soft skills, serta keterhubungan dengan dunia industri guna melahirkan generasi muda yang kompetitif.

BAA Talks Jadi Agenda Tahunan

Wali Kota Illiza juga menyebut BAA Talks akan dijadikan agenda tahunan sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran praktik terbaik antar daerah.

Baca Juga :  Sekda Aceh Tinjau Vaksinasi Covid-19 Bagi Siswa di Dekranasda Aceh Besar

Targetnya meliputi peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, tumbuhnya startup dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Kota Banda Aceh.

“Keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan,” tegasnya.

Catatan Sekda Aceh

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Ia menyebut kota sebagai pusat inovasi dan pelayanan publik yang dampaknya luas ke wilayah sekitar.

“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027, IPM 2025 Capai 89,95 Tertinggi Nasional

Daerah

STISIP Al Washliyah Menggelar Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Lampanah, Aceh Besar

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Matangkan Konsep Semarak Ramadhan 1447 H

Daerah

Dinas Pendidikan Aceh Umumkan Hasil Lulus Tes CAT Jalur Reguler PPDB Berasrama 2025

Pendidikan

Amal Hasan: Alumni Mitra Strategis Mengangkat Martabat Almamater

Pendidikan

Serahkan SK Tenaga Kontrak Tahun 2023, Ini Pesan Kadisdik Aceh

Pendidikan

Disdik Dorong Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Aceh

Pemko Banda Aceh

Apel Perdana Pemko Banda Aceh, Illiza Tegaskan ASN Harus Lebih Profesional Usai Ramadan