Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berharap pelatihan calon pengawak (cawak) kapal patroli dari Jepang bisa dimulai pada tahun ini.
Rencana pelatihan itu dibahas saat Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah menerima courtesy call Deputy Director General Coast Guard Superintendent 1st-Grade of Japan Coast Guard (JCG) VADM Toru Takahashi beserta delegasi yang di Aula Ary Hasibuan, Markas Besar Bakamla RI, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
“Bakamla RI berharap pelatihan khusus bagi awak kapal dapat mulai dilaksanakan pada 2026, guna memastikan kesiapan operasional secara optimal saat kapal tersebut resmi digunakan,” tulis siaran pers Humas Bakamla RI.
Diketahui, Jepang akan menghibahkan satu kapal patroli baru senilai 9.053.000.000 yen. Kapal berkapasitas 70 kru dengan panjang 85,6 meter dan kecepatan 22 knot. Proses pembangunan kapal dilakukan di Jepang.
Irvansyah sebelumnya juga memastikan bahwa hibah tersebut merupakan kapal baru.
“Bukan kapal bekas atau apa yang sudah mereka pakai. Tapi ini memang dari nol, mulai dari desain,” kata Irvansyah dalam peringatan hari ulang tahun ke-20 Bakamla RI di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Nantinya, kapal patroli tersebut akan diserahterimakan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Marine Science (JMS). Pembangunan kapal ditargetkan selesai pada 2027.
Editor: Amiruddin. MK












