Home / Daerah

Sabtu, 20 Juli 2024 - 12:14 WIB

Balai KSDA Aceh Bersama Polsek melepas dua ekor Penyu Hijau (Chelonia mydas)

mm Redaksi

Pelepasan dua penyu hijau ke habitatnya di Pulau Palambak, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Jumat (19/7/2024). (NOA.co.id FOTO/HO/Polsek Pulau Banyak).

Pelepasan dua penyu hijau ke habitatnya di Pulau Palambak, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Jumat (19/7/2024). (NOA.co.id FOTO/HO/Polsek Pulau Banyak).

Aceh Singkil – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepas dua ekor penyu Hijau (Chelonia mydas) ke habitatnya di Pulau Palambak, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil Jumat.

Dokter hewan BKSDA Aceh, Rosa Rika Wahyuni, mengatakan dua ekor penyu tersebut telah dinyatakan sehat dan layak untuk dilepaskan ke alam bebas.

“Rekomendasi ini diberikan setelah pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh. Kondisi penyu hijau sudah baik, sehingga bisa kembali ke habitat aslinya,” kata Rosa, Jumat 19 Juli 2024.

Baca Juga :  Buka Cabang Kedua di Grong-Grong, RM. Aceh Jaya 2 Cabang Saree Gelar Grand Opening

Diketahui, Dua ekor penyu hijau tersebut merupakan barang bukti dari kasus dugaan pemburuan satwa liar yang terjadi pada 29 Juni 2024 lalu.

Pelepasan penyu ke habitatnya merupakan bagian dari upaya perlindungan dan konservasi satwa liar yang dilindungi di Indonesia.

Baca Juga :  TTI mendesak Kontraktor pelaksana dapat menyesaikan tepat waktu

Menurut Rosa, masyarakat Pulau Palambak dan sekitarnya menyambut baik pelepasan penyu tersebut, mengingat pentingnya menjaga kelestarian penyu hijau yang terancam punah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan satwa liar,” kata Rosa.

Sebelumya, tim dari Polsek Pulau Banyak menangkap pelaku pemburu penyu di Pulau Palambak, Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil pada Minggu, 30 Juni 2024.

Baca Juga :  Menjelang Pilkada, Kejari Aceh Singkil Terima Kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama

Kedua pelaku ayah dan anak, Keduanya ditangkap atas informasi dari masyarakat. Adapun inisial pelaku yakni ET (44), nelayan asal Desa Sisarahili Teluk Siaba, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara dan anaknya berinisial PT (19).

PT tidak ditetapkan sebagai tersangka karena keterbelakangan mental. Dalam kasus tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka yakni ET.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Idul Fitri, Satreskrim Polresta Banda Aceh Cek SPBU

Daerah

Sinergitas PKK Gampong Lancang dan Komunitas Lingkungan Pidie Bersihkan Pantai

Daerah

HRD Tegaskan Komitmen Perjuangkan Infrastruktur Aceh, Soroti Peran Strategis Komisi V DPR RI

Daerah

Brigadir Dewi Muftian Raih Juara Tiga Kejuaraan Menembak Kapolda Cup

Daerah

DPP Pemuda Aceh Bersatu Harap Mendagri Restui Wahyudi Sebagai Pj Bupati Pidie

Daerah

Pemkab Pidie Diminta Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Daerah

Dua Pemuda Aceh Singkil Raih Prestasi Gemilang

Daerah

Bupati Aceh Singkil Diminta Evaluasi Dinas Akibat Daging Bantuan Presiden Busuk