Nagan Raya — Kabar menggembirakan datang dari komoditas nilam di Kabupaten Nagan Raya. Harga minyak nilam kembali menunjukkan tren positif dan saat ini disebut telah mendekati Rp1,2 juta per kilogram di tingkat pembelian.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Nagan Raya, Marzuki, S.E., setelah melakukan peninjauan dan bertemu langsung dengan salah seorang pengepul atau penampung minyak nilam di Kecamatan Beutong, Jumat pagi, 4 September 2026.
Perkembangan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani, khususnya mereka yang selama ini menggantungkan harapan pada komoditas nilam.
Dari Harga di Bawah Rp1 Juta Menuju Rp1,2 Juta
Menurut keterangan yang diperoleh Marzuki dari penampung di lapangan, harga minyak nilam dalam beberapa bulan sebelumnya sempat berada di bawah Rp1 juta per kilogram.
Namun, memasuki September 2026, harga pembelian kembali meningkat tajam hingga mendekati Rp1,2 juta per kilogram.
Bagi pemerintah daerah, kondisi tersebut bukan sekadar kabar mengenai kenaikan harga. Momentum ini diharapkan menjadi pemicu untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam mengembangkan tanaman nilam.
“Dengan kembali naiknya harga minyak nilam ini, diharapkan menjadi pemicu kembali bergairahnya petani-petani nilam untuk kembali mengolah tanahnya dan menanam nilam,” ujar Marzuki.
Nilam Pernah Menjadi Primadona Petani
Marzuki mengatakan, nilam pernah menjadi salah satu komoditas primadona masyarakat, terutama di Kecamatan Beutong.
Seiring perubahan kondisi harga dan berbagai dinamika pertanian, sebagian kebun nilam kemudian tidak lagi dikelola secara optimal.
Kini, ketika harga kembali menunjukkan penguatan, pemerintah melihat adanya peluang untuk membangkitkan kembali sektor tersebut.
Harapannya, lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan dapat kembali produktif, dengan tetap memperhatikan kesesuaian lahan, teknik budidaya, kualitas tanaman serta kemampuan petani dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.
Harga Naik, Petani Perlu Menangkap Peluang
Kenaikan harga merupakan peluang, tetapi bagi petani, peluang tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik.
Petani tidak hanya dituntut meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas bahan baku, teknik budidaya, waktu panen, proses penyulingan dan kualitas minyak yang dihasilkan.
Dengan kualitas yang baik, posisi komoditas nilam di pasar diharapkan semakin kuat dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Karena itu, momentum kenaikan harga saat ini dapat menjadi kesempatan bagi petani Nagan Raya untuk kembali belajar, berinovasi dan mengembangkan nilam sebagai usaha pertanian yang memiliki prospek jangka panjang.
Pemerintah: Jangan Hanya Mengejar Harga, Bangun Produksi Berkelanjutan
Pesan penting dari perkembangan ini adalah bahwa kenaikan harga sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai keuntungan sesaat.
Petani perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun kembali kebun nilam secara terencana.
Pemerintah daerah melalui sektor pertanian diharapkan dapat terus memberikan pendampingan, edukasi budidaya, peningkatan kualitas, akses informasi pasar serta mendorong penguatan kelembagaan petani.
Dengan demikian, ketika harga meningkat, petani tidak hanya menjadi penerima manfaat dari fluktuasi pasar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya tawar.
Harapan untuk Petani Nagan Raya
Marzuki berharap kenaikan harga minyak nilam dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai sumber ekonomi yang menjanjikan.
“Kita berharap atas kenaikan harga ini, petani-petani nilam yang ada di Kecamatan Beutong kembali dapat mengolah atau menanam nilam di kebun-kebun yang sudah lama ditinggalkan,” ungkapnya.
Harapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada petani nilam di Beutong, tetapi dapat menjadi semangat bagi seluruh petani Nagan Raya untuk melihat setiap peluang komoditas pertanian secara lebih serius.
Timeline Perkembangan
Beberapa bulan sebelumnya
Harga minyak nilam di tingkat pembelian disebut sempat berada di bawah Rp1 juta per kilogram.
Mei 2026
Perkembangan harga mulai menunjukkan penguatan dan muncul optimisme terhadap potensi kenaikan harga minyak nilam.
Juni–Agustus 2026
Pasar terus bergerak dan harga menunjukkan tren positif.
Jumat, 4 September 2026
Kepala Dinas Pertanian Nagan Raya turun langsung menemui penampung minyak nilam di Kecamatan Beutong. Dari keterangan pengepul yang ditemui, harga pembelian saat ini telah mendekati Rp1,2 juta per kilogram.
Harapan ke depan
Kenaikan harga diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali perkebunan nilam Nagan Raya, sekaligus mendorong petani meningkatkan produktivitas, kualitas dan pengelolaan usaha tani secara berkelanjutan.
Pesan Edukatif untuk Petani
Kenaikan harga minyak nilam merupakan peluang, bukan jaminan keuntungan otomatis.
Petani tetap perlu menghitung biaya produksi, memilih bibit dan lahan yang sesuai, menerapkan teknik budidaya yang baik, menjaga kualitas bahan baku, serta memahami perkembangan harga pasar sebelum memperluas penanaman.
Jika pemerintah, petani, penyuling dan pelaku usaha dapat membangun kerja sama yang baik, nilam bukan hanya dapat kembali menjadi komoditas unggulan, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan Nagan Raya.
Dari kebun yang kembali produktif, diharapkan lahir kesejahteraan petani yang lebih berkelanjutan.
Reporter: Aprizal.43
Editor: Amiruddin. MK











