Home / Nagan Raya / Sport

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Banteng VC Walkout, Dugaan Intervensi PBVSI Nagan Raya Jadi Sorotan di Final NJU Cup

mm Teuku Nizar

Ofisial tim Banteng FC dan pihak terkait saat mempersoalkan keputusan wasit yang diduga mendapatkan intervensi. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Ofisial tim Banteng FC dan pihak terkait saat mempersoalkan keputusan wasit yang diduga mendapatkan intervensi. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Nagan Raya – Grand final NJU Cup 2026 di Espe22 Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Sabtu malam (24/10/2026), berujung polemik.

Banteng VC asal Aceh Barat Daya (Abdya) memilih walkout setelah menduga intervensi dari tertentu atas keputusan pertandingan.

Manajer Banteng VC, Salda, secara khusus mempertanyakan dugaan keterlibatan pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nagan Raya dalam jalannya pertandingan final.

Salda menilai perubahan keputusan pada set kelima menjadi titik utama keberatan timnya.

Ia menduga ada intervensi pihak di luar perangkat pertandingan dalam proses pengambilan keputusan yang akhirnya membuat keputusan awal wasit berubah.

“Kalau keputusan wasit bisa berubah setelah adanya intervensi pihak lain, apa dasar dan aturan yang digunakan? Kami mempertanyakan proses pengambilan keputusan tersebut,” kata Salda.

Baca Juga :  Illiza Kukuhkan Semangat Baru Perpani Banda Aceh, Fokus Pembinaan Atlet Panahan Muda

Polemik terjadi saat Banteng VC menghadapi UD Tiara VC pada set kelima. Saat itu Banteng VC unggul 13-12.

Menurut Salda, bola kemudian menyentuh lantai dan hakim garis serta wasit utama memberikan poin kepada Banteng VC sehingga skor menjadi 14.

Namun, keputusan tersebut kemudian berubah. Setelah proses mediasi yang melibatkan sejumlah pihak, pertandingan memutuskan replay. Perubahan itu langsung memicu keberatan dari kubu Banteng VC.

Salda mempertanyakan siapa yang memiliki kewenangan untuk mengubah keputusan perangkat pertandingan di tengah berlangsungnya pertandingan.

“Pertandingan harus dipimpin secara adil, transparan, dan sesuai regulasi. Jangan sampai ada pihak lain yang memengaruhi keputusan perangkat pertandingan,” tegasnya.

Baca Juga :  Menang Penalti 4-2, Kupula FC ke Semifinal

Selain persoalan keputusan wasit, Salda juga menyoroti dugaan ketidaknetralan panitia dan PBVSI Nagan Raya.

Ia menyebut adanya dugaan Ketua PBVSI Nagan Raya memberikan dukungan kepada salah satu klub yang tampil pada partai final.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai independensi penyelenggaraan kompetisi.

“Ini mencoreng sportivitas olahraga bola voli. Panitia dan seluruh perangkat pertandingan seharusnya menjaga netralitas,” ujarnya.

Salda juga menyoroti kesiapan perangkat pertandingan. Ia menyebut partai final semestinya menggunakan empat hakim garis, tetapi hanya dua hakim garis yang hadir.

Kondisi tersebut, kata dia, semakin memperkuat alasan Banteng VC mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan NJU Cup 2026.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Titik Nobar di Syiah Kuala Dipindahkan ke Lokasi Baru

Karena tidak menerima perubahan keputusan pada set penentuan itu, Banteng VC akhirnya meninggalkan lapangan sebelum pertandingan selesai.

Salda menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berhenti sebagai protes di lapangan.

Ia meminta panitia dan PBVSI Nagan Raya memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar perubahan keputusan serta dugaan intervensi yang muncul dalam pertandingan.

“Kalau memang juara tidak boleh dari tim luar daerah dan panitia tidak siap, jangan laksanakan kegiatan seperti ini. Kami akan perkarakan hal ini,” tegas Salda.

Hingga berita ini ditulis, pihak panitia NJU Cup 2026, perangkat pertandingan, dan PBVSI Nagan Raya belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dugaan intervensi serta keberatan Banteng VC.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Sport

Piala Soeratin U-15 Tahun 2025, Tamiang United Menang Tipis 1-0

Sport

Tim Volly Pidie Rajai Pool D, Sapu Bersih Kemenangan

Sport

Tanpa Pertandingan, 15 Cabor Ikut Tehnical Meting

Sport

Walikota Solo dan Ketum PRSI Resmi Membuka International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025 di Solo TechnoPark

Nagan Raya

Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya Nobar Final Piala Dunia Bersama Warga di Arena Nagan Raya Fair HUT ke-24

Aceh Barat

Tim Putra Tenis Meja Aceh Barat Menang Telak Atas Tuan Rumah Aceh Timur

Aceh Barat Daya

Didukung 10 Pengcab, Roni Guswandi Daftar Caketum FPTI Aceh

Nagan Raya

PKL di Nagan Raya Expo Membludak, Satpol PP Atur Ketertiban Jelang Puncak HUT ke-24