Aceh Utara — Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) menyalurkan bantuan berupa genset, HT, SGM, Pampes dan lampu tenaga surya kepada warga terdampak bencana di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BFLF Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara, Mutia Sari, dan disaksikan oleh camat setempat. Kamis (22/1/2026).
“Penyaluran dilakukan ke rumah-rumah warga yang hingga kini masih tinggal di tenda, khususnya di Dusun Selemak,” kata Mutia.
Mutia menjelaskan, bantuan diberikan karena sebagian wilayah Lubok Pusaka hingga saat ini belum teraliri listrik, Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas warga, terutama pada malam hari.
“Wilayah ini masih gelap dan listrik belum ada sama sekali, selama beberapa Minggu hanya dg bantuan Ginset dan inipun Ginset sudah ada yang rusak. Karena itu kami berikan dukungan berupa genset baru dan lampu tenaga surya, sementara untuk HT kita berikan juga karena para kepala dusun perlu melakukan komunikasi gerak cepat untuk dapat mengetahui kondisi alam terkini dan untuk kegiatan – kegiatan dalam membantu warga terdampak bencana longsor dan banjir,” ujar Mutia.
Ia menyebutkan, BFLF diwilayahnya terus melakukan upaya pemulihan pascabencana di Aceh Utara, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Lubok Pusaka menjadi salah satu daerah dengan akses terbatas, terutama di kawasan tanah merah, Bidari, Selmak, bina baru, dan sara rajah.
“Untuk 2 dusun yaitu Selmak dan bina baru, baik tenda biru maupun tenda BNPB semuanya kita yang pasok, termasuk alat kebersihan dan logistik. Wilayahnya terisolir dan jalannya tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Mutia.
Meski akses menuju lokasi cukup sulit, tim relawan BFLF tetap berupaya masuk setiap hari dengan berbagai cara. Proses distribusi bantuan juga dibantu masyarakat setempat yang bergotong royong membuka jalur agar relawan dapat mencapai lokasi.
Saat ini, kata Mutia, kebutuhan mendesak warga tidak hanya penerangan, tetapi juga perlengkapan bayi. Keberadaan genset dan lampu tenaga surya dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas warga, terutama saat sahur dan berbuka puasa, Alhamdulillah kita memperoleh banyak dukungan dari berbagai lembaga berkat kolaborasi yang sangat baik, kita dapat rumah hunian humanis project, 2 sumur bor dari ibu Zuriati dan pak Anwar owner PT Aini Qua Sejahtera, logistik dari Komunitas Honda dan Treel, Alat kebersihan dan Kebutuhan pelaratan memasak dari PT. PHE, Trauma healing dan perlengkapan sekolah dari Humas UIN SULTANAH NAHRASIYAH lhokseumawe, SGM, Pampes, Tenda dari BNPB yang kuning melalui hasil surat permohonan yang kita ajukan dan yang biru dari Open Donasi yang kita lakukan serta dari komunitas-komunitas lainnya yang sangat luar biasa
“Dapur umum alhamdulillah sudah kita bantu. Tapi penerangan ini sangat penting, karena sampai sekarang kondisinya masih gelap,” ujarnya.
Meski berada dalam keterbatasan, Mutia menambahkan bahwa kondisi mental masyarakat mulai membaik. Warga perlahan bangkit dengan membangun kembali pondok-pondok sederhana dari sisa kayu reruntuhan akibat bencana.
“Masyarakat sudah mulai bangkit sendiri, membangun kembali pondok berbahan kayu dari sisa kehancuran bencana,” pungkasnya.***
Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori









