Home / Aceh Utara

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:28 WIB

BFLF Salurkan Genset, HT, SGM, Pampers dan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Lubok Pusaka

mm Syaiful Anshori

Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) menyalurkan bantuan berupa genset, HT, SGM, Pampes dan lampu tenaga surya kepada warga terdampak bencana di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Dok. Ist

Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) menyalurkan bantuan berupa genset, HT, SGM, Pampes dan lampu tenaga surya kepada warga terdampak bencana di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Dok. Ist

Aceh Utara — Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) menyalurkan bantuan berupa genset, HT, SGM, Pampes dan lampu tenaga surya kepada warga terdampak bencana di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BFLF Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara, Mutia Sari, dan disaksikan oleh camat setempat. Kamis (22/1/2026).

“Penyaluran dilakukan ke rumah-rumah warga yang hingga kini masih tinggal di tenda, khususnya di Dusun Selemak,” kata Mutia.

Mutia menjelaskan, bantuan diberikan karena sebagian wilayah Lubok Pusaka hingga saat ini belum teraliri listrik, Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas warga, terutama pada malam hari.

“Wilayah ini masih gelap dan listrik belum ada sama sekali, selama beberapa Minggu hanya dg bantuan Ginset dan inipun Ginset sudah ada yang rusak. Karena itu kami berikan dukungan berupa genset baru dan lampu tenaga surya, sementara untuk HT kita berikan juga karena para kepala dusun perlu melakukan komunikasi gerak cepat untuk dapat mengetahui kondisi alam terkini dan untuk kegiatan – kegiatan dalam membantu warga terdampak bencana longsor dan banjir,” ujar Mutia.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Tempel Stiker Nomor Telepon Penting di Rumah Warga, Ini Tujuannya

Ia menyebutkan, BFLF diwilayahnya terus melakukan upaya pemulihan pascabencana di Aceh Utara, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Lubok Pusaka menjadi salah satu daerah dengan akses terbatas, terutama di kawasan tanah merah, Bidari, Selmak, bina baru, dan sara rajah.

“Untuk 2 dusun yaitu Selmak dan bina baru, baik tenda biru maupun tenda BNPB semuanya kita yang pasok, termasuk alat kebersihan dan logistik. Wilayahnya terisolir dan jalannya tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Mutia.

Baca Juga :  Partai Aceh Kerahkan Relawan Bersihkan Tempat Ibadah Pascabanjir di Aceh Utara

Meski akses menuju lokasi cukup sulit, tim relawan BFLF tetap berupaya masuk setiap hari dengan berbagai cara. Proses distribusi bantuan juga dibantu masyarakat setempat yang bergotong royong membuka jalur agar relawan dapat mencapai lokasi.

Saat ini, kata Mutia, kebutuhan mendesak warga tidak hanya penerangan, tetapi juga perlengkapan bayi. Keberadaan genset dan lampu tenaga surya dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas warga, terutama saat sahur dan berbuka puasa, Alhamdulillah kita memperoleh banyak dukungan dari berbagai lembaga berkat kolaborasi yang sangat baik, kita dapat rumah hunian humanis project, 2 sumur bor dari ibu Zuriati dan pak Anwar owner PT Aini Qua Sejahtera, logistik dari Komunitas Honda dan Treel, Alat kebersihan dan Kebutuhan pelaratan memasak dari PT. PHE, Trauma healing dan perlengkapan sekolah dari Humas UIN SULTANAH NAHRASIYAH lhokseumawe, SGM, Pampes, Tenda dari BNPB yang kuning melalui hasil surat permohonan yang kita ajukan dan yang biru dari Open Donasi yang kita lakukan serta dari komunitas-komunitas lainnya yang sangat luar biasa

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Tinjau Kedatangan Bantuan Logistik di Bandara Malikussaleh Aceh Utara

“Dapur umum alhamdulillah sudah kita bantu. Tapi penerangan ini sangat penting, karena sampai sekarang kondisinya masih gelap,” ujarnya.

Meski berada dalam keterbatasan, Mutia menambahkan bahwa kondisi mental masyarakat mulai membaik. Warga perlahan bangkit dengan membangun kembali pondok-pondok sederhana dari sisa kayu reruntuhan akibat bencana.

“Masyarakat sudah mulai bangkit sendiri, membangun kembali pondok berbahan kayu dari sisa kehancuran bencana,” pungkasnya.***

Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori

Share :

Baca Juga

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE, MM, menyampaikan sambutan pada acara peusijuek (tepung tawar) bagi jamaah calon haji (JCH) daerah itu, yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M, berlangsung di Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Rabu, (14 Mei 2025). Foto: Dok. Zubir/NOA.co.id

Aceh Utara

Harapan Bupati Ayahwa kepada Jamaah Calon Haji Aceh Utara

Aceh Utara

Gubernur Aceh Mualem Gelar Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh Utara: Bantuan Diminta Segera Disalurkan

Aceh Utara

Kunjungi Pengungsian di Matang Kareung, Marlina Muzakir dan Dinsos Aceh Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Aceh Utara

Disela Pembukaan MTQ, Ayahwa: Mari Kita Bangun Bumi Pase dari Keterpurukan

Aceh Utara

Kelas Jadi Hunian, Siswa SD Langkahan Belajar di Luar

Aceh Utara

Bupati Aceh Utara Tunjuk Jamaluddin sebagai Plt Sekda, Rangkap Jabatan Kepala Dinas Pendidikan

Aceh Utara

Ini Imbauan Wabup Aceh Utara Saat Buka Manasik Haji

Aceh Utara

PWI Aceh Utara Dukung Penuh Program Bupati Ayahwa-Panyang