Home / Aceh Utara / Pendidikan

Senin, 5 Januari 2026 - 11:25 WIB

Kelas Jadi Hunian, Siswa SD Langkahan Belajar di Luar

mm Syaiful Anshori

Kelas di SD Negeri 13 Langkahan jadi tempat hunian sementara para penyintas banjir bandang, Senin, 5 Januari 2026. Dok. Ist

Kelas di SD Negeri 13 Langkahan jadi tempat hunian sementara para penyintas banjir bandang, Senin, 5 Januari 2026. Dok. Ist

Aceh Utara – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 13 Langkahan, Aceh Utara, terpaksa dilakukan di luar ruang kelas pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026). Kondisi ini terjadi karena sejumlah ruang kelas masih digunakan sebagai hunian sementara penyintas banjir bandang.

Pantauan di lokasi, sejumlah siswa terlihat tidak mengenakan seragam sekolah saat mengikuti pembelajaran. Para siswa tersebut merupakan anak-anak yang terdampak banjir bandang di Dusun Bidadari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan.

Baca Juga :  Umar Khadafi: Bit Nyo Hana Saket, Yak Tajak Vaksin

Meski dalam keterbatasan, Kepala Sekolah SD Negeri 13 Langkahan, Muhammad Yusuf, bersama para guru tetap menjalankan proses pembelajaran dengan pendekatan belajar sambil bermain. Metode ini diterapkan untuk membantu pemulihan psikologis siswa pascabencana.

“Metode belajar yang kami terapkan lebih banyak belajar sembari bermain. Ini sebagai langkah hipnoterapi agar anak-anak tidak trauma,” ujar Muhammad Yusuf.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025

Ia menjelaskan, sebagian besar siswa kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah karena hanyut terbawa banjir bandang. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Pendidikan, agar membantu seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa penyintas banjir bandang,” katanya.

Menurut Yusuf, pembelajaran di luar kelas masih akan berlangsung selama ruang belajar belum dapat difungsikan kembali. “Hari ini kami belajar di luar kelas karena kelas-kelasnya masih digunakan hunian sementara para penyintas banjir bandang. Gak tahu sampai kapan kami belajar di luar,” ucapnya.

Baca Juga :  Pensus Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima Luncurkan Buku "Sang Gerilyawan" di Jakarta

Ia berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera membangun hunian sementara bagi warga terdampak. Sebab, selama ruang kelas masih difungsikan sebagai tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar dinilai tidak akan berjalan maksimal.***

Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy

Aceh Barat Daya

Hadiri HUT, Kadisdikbud Abdya Apresiasi SMP Negeri 1 Blangpidie 

Daerah

Guru Paud di Pidie Jaya Dibekali Ilmu Literasi dan Numerasi

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Sambut Program “Go to School” Bersama KPI Aceh

Aceh Barat Daya

Gandeng Satlantas, SMPN 1 Blangpidie Larang Siswa Bawa Motor

Daerah

Kemendikdasmen Prioritaskan Aceh dalam Program Revitalisasi Sekolah 2026 Pascabencana

Daerah

Kadisdik Aceh Kunjungi ARC USK Bahas Kerjasama Pembinaan Siswa SMK dan SMA

Pemerintah Aceh

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa”