Home / Aceh Besar / Pemerintah

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bukit Lamreh Aceh Besar Resmi Dibuka Kembali, Pengelolaan Wisata Diperketat

mm Redaksi

Asisten III Sekdakab Aceh Besar, Abdullah, S.Sos., memotong pita pertanda diresmikan kembali destinasi wisata Bukit Lamreh di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (23/8/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Asisten III Sekdakab Aceh Besar, Abdullah, S.Sos., memotong pita pertanda diresmikan kembali destinasi wisata Bukit Lamreh di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (23/8/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho – Wisata Bukit Lamreh di Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, resmi dibuka kembali setelah sempat ditutup sejak akhir Juni 2026.

Pembukaan kembali destinasi wisata tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah, S.Sos., Minggu (23/8/2026).

Bukit Lamreh sebelumnya ditutup sementara menyusul adanya kasus pungutan liar (pungli) dan pemerasan terhadap pengunjung. Penutupan dilakukan pemerintah sebagai langkah untuk memastikan keamanan sekaligus membenahi sistem pengelolaan kawasan wisata.

Asisten III Sekdakab Aceh Besar, Abdullah, mengatakan pembukaan kembali Bukit Lamreh merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama masyarakat, pemerintah gampong, mukim, serta pihak kecamatan.

“Setelah ditutup sejak akhir Juni karena adanya kasus pungli dan pemerasan terhadap pengunjung, hari ini Bukit Lamreh kita buka kembali secara resmi dan legal,” kata Abdullah.

Ia menjelaskan, sejak awal Bukit Lamreh belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Namun, panorama alam yang dimiliki kawasan tersebut membuatnya ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Abdullah, tingginya kunjungan wisatawan harus diiringi sistem pengelolaan dan pengawasan yang baik. Dengan demikian, keberadaan wisatawan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga :  Selama Ramadhan DLH Aceh Besar Siapkan 57 Armada Angkut Sampah

“Memang sejak awal tempat ini belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Tetapi karena keindahan alamnya, masyarakat banyak datang berkunjung. Karena itu, kita perlu memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik dan memberikan rasa aman kepada setiap pengunjung,” ujarnya.

Abdullah menyebutkan, pembukaan kembali Bukit Lamreh telah melalui kesepakatan antara masyarakat, pemerintah gampong, mukim, dan kecamatan.

Salah satu poin penting yang disepakati adalah memberikan jaminan keamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

“Pembukaan kembali hari ini sudah melalui kesepakatan bersama masyarakat, pemerintah gampong, mukim dan kecamatan. Kita ingin setiap pengunjung yang datang mendapatkan jaminan keamanan, termasuk dari sisi pengelolaannya juga sudah disepakati,” jelasnya.

Sementara itu, Safrizal, S.Sos., M.Si., dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar, mengatakan pembukaan kembali Bukit Lamreh menjadi momentum untuk membenahi pengelolaan destinasi wisata tersebut.

Menurutnya, Bukit Lamreh memiliki potensi wisata alam yang besar, terutama panorama laut dan perbukitan yang menjadi daya tarik wisatawan.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dirikan Tenda Darurat untuk Sekolah SDIT Ar-Rabwah

“Bukit Lamreh ini memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu, kita ingin ke depan pengelolaannya dilakukan dengan baik, tertib dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada seluruh pengunjung,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan, Disparpora Aceh Besar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah gampong, masyarakat, mukim, dan kecamatan untuk memastikan pengelolaan wisata berjalan sesuai kesepakatan.

“Kita berharap dengan dibukanya kembali Bukit Lamreh ini, masyarakat dapat ikut menjaga kawasan wisata, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Safrizal berharap pembukaan kembali Bukit Lamreh tidak hanya menghidupkan aktivitas pariwisata, tetapi juga menjadi awal bagi terciptanya pengelolaan kawasan yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.

Seiring dibukanya kembali kawasan wisata tersebut, pengelola juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi pengunjung.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada tiket masuk, setiap pengunjung dikenakan tarif Rp5.000 per orang. Tarif tersebut tercantum berdasarkan Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2023 yang berkaitan dengan ketentuan kawasan wisata Bukit Lamreh.

Selain tarif masuk, pengelola juga menetapkan waktu operasional dan sejumlah imbauan bagi wisatawan.

Baca Juga :  Jelang Pelaksanaan PON, Irjen Kemendagri Ingatkan Pemerintah Aceh “Sedia Payung Sebelum Hujan

Bukit Lamreh dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Khusus setiap Jumat, kawasan wisata dibuka hingga pukul 14.00 WIB, kemudian dibuka kembali pada pukul 14.00 WIB sesuai ketentuan yang tercantum pada papan imbauan.

Pengunjung juga diminta mematuhi seluruh aturan selama berada di kawasan wisata serta menjaga barang bawaan masing-masing. Ketentuan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana wisata yang aman, tertib, dan nyaman.

Dengan panorama alam yang indah serta nilai sejarah yang dimiliki, Bukit Lamreh diharapkan kembali menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Aceh Besar.

Masyarakat dan wisatawan diimbau bersama-sama menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan merawat kawasan agar tetap nyaman untuk dikunjungi.

Pembukaan kembali Bukit Lamreh juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha dan UMKM yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari kunjungan wisatawan.

Peresmian kembali destinasi wisata tersebut turut dihadiri Kabid Disparpora Aceh Besar, Camat dan Forkopimcam Masjid Raya, Imum Mukim, Keuchik Lamreh beserta perangkat gampong, serta pengelola wisata.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Minta PT Angkasa Pura II Sukseskan PON XXI Aceh-Sumut dan Pilkada 2024

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Desak Penetapan Bencana Nasional dan Perkuat Kekayaan Intelektual di Gampong Nusa

Internasional

Pasca bentrokan bersenjata di Tripoli, Kemlu RI dan KBRI Tripoli monitor dari dekat

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Lepas 211 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Aceh Barat

Pemerintah

Bebas Dari Otoritas Thailand, Gubernur Aceh Bantu Dua ABK Pulang Ke Aceh

Internasional

Kemenko Polkam : Kondisi WNI di Thailand-Kamboja Aman

Pemerintah

Bupati Simeulue Luncurkan Brigade Pangan, Petani Dapat Bantuan Pertanian

Aceh Barat

Dinas Perpustakaan Gelar Workshop ‘Srikandi’