Kota Jantho – Peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar dalam membina dan mendampingi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) kembali membuahkan hasil membanggakan di tingkat nasional.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaboratif, BUMG Maju Jaya Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, berhasil meraih Juara III Kategori II Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2025 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan, prestasi ini merupakan hasil nyata dari strategi Pemkab Aceh Besar dalam mendorong penguatan ekonomi gampong berbasis potensi lokal.
“Prestasi yang diraih BUMG Maju Jaya Meunasah Balee ini tidak terlepas dari proses pembinaan dan pendampingan yang terus dilakukan oleh Pemkab Aceh Besar. Ini membuktikan bahwa gampong-gampong di Aceh Besar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Muharram Idris di Kota Jantho, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, Pemkab Aceh Besar secara konsisten mendorong perangkat daerah terkait untuk terlibat aktif dalam pembinaan BUMG, agar mampu mengelola potensi wisata secara profesional, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya meminta pembinaan dan pendampingan BUMG gampong terus dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan, sehingga gampong lain di Aceh Besar dapat mengikuti berbagai event nasional dan meraih prestasi serupa,” tegasnya.
Keberhasilan BUMG Maju Jaya Meunasah Balee sejalan dengan kebijakan Pemkab Aceh Besar dalam mengembangkan desa wisata ramah lingkungan. Gampong ini mampu mengoptimalkan potensi pantai pasir putih sepanjang 1,5 kilometer, sekaligus menerapkan pengelolaan limbah restoran berbasis coco fiber melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Generasi Milenial Lampuuk (BASAGEMIL).
Selain pembangunan infrastruktur wisata, Pemkab Aceh Besar juga mendorong pelibatan aktif masyarakat, antara lain melalui festival laut tahunan, pemberdayaan warga sebagai pemandu wisata, serta pengembangan wisata edukasi berupa pengajaran bahasa Inggris bagi anak-anak di kawasan wisata.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini, S.Ag, menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pendampingan intensif yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada tahun 2024, BUMG Maju Jaya Meunasah Balee telah menempati peringkat tujuh pada ajang yang sama.
“Pendampingan ini bertujuan memastikan pengelolaan potensi wisata berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi gampong lain untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, arahan Bupati Aceh Besar menjadi penguat bagi seluruh gampong agar menjadikan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi desa dan berpartisipasi aktif dalam berbagai event nasional.
Prestasi tersebut juga tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dukungan kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi desa dinilai turut mempercepat pengembangan potensi wisata gampong secara berkelanjutan.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada anggota DPR RI asal Aceh, H. Irmawan, yang dinilai konsisten memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan BUMG dan desa wisata di Aceh Besar melalui fungsi legislasi dan penganggaran.
Selain itu, peran anggota DPRA Munawar AR atau yang akrab disapa Ngohwan juga dinilai signifikan dalam mendorong sinergi antara pemerintah daerah, gampong, dan pelaku usaha desa agar BUMG tumbuh profesional dan berdaya saing.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa sinergi yang kuat mampu melahirkan prestasi sekaligus mendorong kemajuan desa di Aceh Besar.
Editor: Amiruddin. MK









