Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, memimpin apel pagi di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Senin (12/1/2026). Apel tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh manajemen rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tarmizi juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cut Nyak Dhien kepada dr. Akbar.
Tarmizi mengatakan, kehadirannya bersama jajaran manajemen rumah sakit bertujuan untuk melakukan pembenahan tata kelola serta memberikan semangat kepada seluruh tenaga kesehatan agar terus meningkatkan kinerja pelayanan.
“Kita hadir di sini untuk bersama-sama membenahi manajemen rumah sakit dan menyemangati seluruh pegawai agar bekerja lebih keras. Harapannya, di tahun ini RSUD Cut Nyak Dhien dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh Barat,” ujar Tarmizi.
Ia mengakui, saat ini RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menghadapi sejumlah persoalan yang cukup kompleks, salah satunya tingginya jumlah pasien yang menyebabkan kondisi rumah sakit mengalami over kapasitas.
“Permasalahan yang dihadapi cukup banyak dan kompleks. Jumlah pasien yang terus membludak membuat rumah sakit sudah over kapasitas. Oleh karena itu, pembenahan harus segera kita lakukan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan melakukan perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD)serta menambah bangunan baru guna meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit.
Selain itu, Tarmizi juga mengimbau masyarakat agar mematuhi kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh manajemen rumah sakit, termasuk terkait jam besuk pasien.
“Kami meminta dukungan masyarakat untuk mematuhi aturan rumah sakit. Misalnya terkait jam besuk malam, setelah Lebaran nanti tidak boleh lagi ada keluarga pasien yang menjenguk pada malam hari,” tegasnya.
Tarmizi menambahkan, Plt Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh memiliki tugas yang cukup berat dan serius, yakni fokus menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Barat.
Editor: Amiruddin. MK









