Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya meminta masyarakat tidak panik terkait wacana pembatasan layanan kesehatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) berdasarkan kategori desil.
Dalam aturan yang diwacanakan tersebut, layanan kesehatan gratis hanya ditanggung untuk masyarakat kategori desil 1 hingga desil 7, sedangkan desil 8, 9, dan 10 tidak lagi masuk dalam tanggungan JKA.
Bupati Safwandi saat menanggapi pertanyaan awak media NOA.co.id melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (10/5/2026). Menegaskan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Jaya tetap berjalan seperti biasa dan warga tetap dapat berobat ke rumah sakit maupun puskesmas tanpa perlu khawatir.
“Untuk masyarakat Aceh Jaya tidak perlu panik. Tetap berobat seperti biasa ke RSUD maupun puskesmas, pelayanan tetap berjalan,” kata Safwandi.
Ia menjelaskan, apabila terdapat masyarakat menengah ke bawah yang masuk dalam kategori desil 8, 9, atau 10, maka data tersebut dapat diubah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Jaya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya juga telah menyiapkan anggaran khusus guna mempermudah proses perubahan data desil bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau ada warga menengah ke bawah yang keluar di desil 8, 9, dan 10, segera diubah di Dukcapil Aceh Jaya karena pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk memudahkan administrasi perubahan desil tersebut,” ujarnya.
Safwandi menambahkan, pelayanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Aceh Jaya. Karena itu, pemerintah daerah telah lebih dulu menyiapkan langkah antisipasi sejak munculnya wacana penerapan kebijakan pelayanan kesehatan gratis JKA berdasarkan kategori desil tertentu.
Ia menyebutkan, meskipun tidak disampaikan secara terbuka sebelumnya, Pemerintah Aceh Jaya telah mengambil langkah konkret agar masyarakat tetap mudah mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.
“Pemerintah Aceh Jaya sudah mempersiapkan solusi terkait aturan desil ini. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk perubahan desil masyarakat, agar pelayanan kesehatan gratis tetap dapat dinikmati masyarakat Aceh Jaya,” Tutup Safwandi.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi











