Home / Advetorial / Banda Aceh / Pemko Banda Aceh

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:52 WIB

Daging Subsidi Rp150 Ribu Diserbu Warga, Pedagang Pasar Murah Meugang Jual Lebih Satu Ton dalam Sehari

mm Redaksi

Pedagang daging Meugang pada pasar murah di halaman bekas suzuya Ex Shopping Center Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Pedagang daging Meugang pada pasar murah di halaman bekas suzuya Ex Shopping Center Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Antusiasme masyarakat berburu daging murah pada program Pasar Murah Daging Meugang yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh membuat stok daging di sejumlah titik penjualan ludes dalam hitungan jam. Di lokasi penjualan halaman eks Suzuya Shopping Centre, lebih dari satu ton daging sapi habis terjual pada hari kedua pelaksanaan pasar murah, Senin (25/5/2026).

Salah seorang pedagang, Lodi Aswad, mengatakan tingginya jumlah pembeli tidak terlepas dari harga daging yang telah disubsidi pemerintah sehingga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.

“Alhamdulillah pembeli sangat ramai karena ada subsidi dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Antusias masyarakat luar biasa untuk mendapatkan daging murah,” kata Lodi.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banda Aceh Terima 10 Besar Agam Inong 2025, Matangkan Persiapan ke Tingkat Provinsi

Menurutnya, pada hari kedua pasar murah, pihaknya memotong dua ekor sapi jenis Brahman yang menghasilkan sekitar 620 kilogram daging dari satu ekor sapi dan sekitar 500 kilogram dari sapi lainnya. Seluruh daging tersebut habis dibeli masyarakat sebelum siang hari.

“Totalnya lebih dari satu ton daging yang terjual. Siang hari sudah habis semua dibeli masyarakat,” ujarnya.

Lodi menjelaskan seluruh sapi dipotong terlebih dahulu di Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh sebelum didistribusikan ke lokasi penjualan. Tingginya permintaan menunjukkan program pasar murah menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan daging dengan harga lebih terjangkau menjelang Iduladha.

Ia menilai harga Rp150 ribu per kilogram yang ditetapkan pemerintah tergolong sangat murah dibandingkan harga daging di pasar tradisional yang saat ini berkisar Rp180 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Salurkan Makanan Tambahan untuk Balita Risiko Stunting

“Kalau dibandingkan harga pasar tentu murah sekali. Selisihnya sekitar Rp30 ribu per kilogram. Ini karena ada subsidi dari pemerintah,” katanya.

Meski menjual dengan harga di bawah pasar, Lodi mengaku para pedagang tetap memperoleh keuntungan karena mendapat dukungan subsidi sebesar Rp2 juta per ekor sapi dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, bantuan tersebut membantu menutupi biaya operasional dan menjaga keuntungan pedagang.

“Alhamdulillah pedagang tetap dapat untung. Harga satu ekor sapi yang kami beli bisa mencapai Rp35 juta sampai Rp36 juta untuk bobot besar, dan ada subsidi dari pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal saat meninjau langsung pasar daging Meugang. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan program pasar murah daging meugang merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga daging menjelang hari raya. Tahun ini Pemko Banda Aceh menyiapkan 20 ekor sapi yang dijual melalui enam titik pasar murah dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Strategi TPID Banda Aceh Tunjukkan Hasil, Inflasi Turun dan Stabilitas Pangan Terjaga

“Menjelang Iduladha kebutuhan daging masyarakat meningkat. Karena itu kita terus menghadirkan pasar murah daging bersubsidi agar masyarakat bisa memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Illiza.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju kenaikan harga daging yang biasanya terjadi saat tradisi meugang menjelang Hari Raya Iduladha. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Gampong Pineung

Advetorial

Dr. Edi Yandra Raih Anugerah Tokoh Penggerak Literasi: Bukti Dedikasi Membangun Budaya Literasi di Aceh

Advetorial

Dinasti Wisata “Syurga Tersembunyi” Simeulue Memukau Mata Wisatawan

Advetorial

Santri Diharapkan Jadi Pengunjung Perpustakaan Aceh, Edukasi dan Wisata Religi Bersatu

Banda Aceh

Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid

Pemko Banda Aceh

Kepala DPPKP Kota Banda Aceh: Gerakan Pangan Murah Upaya Pemerintah Menekan Inflasi

Advetorial

Safari Ramadhan DPKA Aceh: Literasi dan Kesadaran Arsip untuk Melestarikan Sejarah dan Membangun Masa Depan

Banda Aceh

Disdukcapil Banda Aceh Siapkan Layanan KTP-el dan KK Langsung bagi Pengantin Baru