BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program yang digelar melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) itu menjadi salah satu strategi pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang meugang dan hari raya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tren inflasi yang masih terjadi di Aceh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,23 persen secara bulanan pada April 2026. Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang utama inflasi.
Kepala DPPKP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idul Adha,” ujar Iskandar, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, program tersebut juga menjadi instrumen penting dalam menekan dampak inflasi daerah, terutama saat harga bahan pangan cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah kembali digelar pada Jumat 15 Mei 2026, di halaman Masjid Al-Hidayah, Lampulo, setelah sebelumnya berlangsung di Komplek Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Panteriek.
Dalam program itu, masyarakat dapat membeli paket kebutuhan pokok dengan harga Rp165 ribu per paket. Harga tersebut dinilai lebih hemat dibandingkan harga pasar sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga.
Selain menghadirkan bahan pangan murah, kegiatan tersebut juga diramaikan stand pelaku UMKM lokal yang menjual berbagai produk olahan kreatif dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kehadiran UMKM diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal menjelang Idul Adha.
Iskandar menambahkan, program tersebut diprioritaskan bagi warga Kota Banda Aceh agar distribusi manfaat lebih tepat sasaran. Karena itu, masyarakat diminta membawa KTP berdomisili Banda Aceh saat melakukan pembelian di lokasi kegiatan.
“Kami mengimbau masyarakat datang lebih awal karena stok yang tersedia terbatas. Semoga program ini bisa membantu warga mempersiapkan kebutuhan Idul Adha dengan lebih hemat dan nyaman,” katanya.
Berdasarkan data BPS, terdapat lima daerah acuan penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi tahunan pada April 2026. Secara bulanan, inflasi terjadi di Aceh Tengah, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, dengan Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,05 persen.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu menekan gejolak harga pangan di pasaran menjelang Idul Adha. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











