Home / Nasional / Pemerintah Aceh

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:55 WIB

Di Tengah Bencana, Mualem Minta Pemerintah Pusat Jaga Tradisi Meugang Warga Aceh

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) saat menghadiri rapat penanganan bencana bersama jajaran menteri dan DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) saat menghadiri rapat penanganan bencana bersama jajaran menteri dan DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Di tengah kesibukannya memimpin penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kembali menunjukkan karakter kepemimpinan yang berakar kuat pada nilai adat dan budaya masyarakat Aceh.

Hal tersebut terlihat dalam rapat bersama jajaran menteri, pimpinan DPR RI, serta pejabat utama negara yang digelar Selasa (30/12/2025), di Hotel Daka, Banda Aceh. Dalam forum itu, Mualem menyampaikan sejumlah permintaan strategis kepada Pemerintah Pusat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah permintaannya kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar turut menjaga ketersediaan serta membantu pemenuhan daging meugang bagi masyarakat Aceh, khususnya warga terdampak bencana.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Ajak Negara Global South Perkuat Solidaritas Hadapi Tantangan Global

Permintaan tersebut tampak sederhana, namun memiliki makna mendalam bagi masyarakat Aceh. Mualem memahami bahwa meugang bukan sekadar tradisi, melainkan simbol harga diri, ketahanan keluarga, serta ketenteraman psikologis masyarakat menjelang Ramadhan dan hari besar Islam.

Bagi masyarakat Aceh, keberadaan daging meugang di rumah menjadi penanda kemampuan kepala keluarga menjaga kehormatan dan kesejahteraan keluarganya. Dalam situasi pascabencana, tradisi ini menjadi semakin penting sebagai penguat mental dan solidaritas sosial.

Tradisi meugang sendiri telah mengakar sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, yang memerintahkan penyembelihan sapi untuk dibagikan kepada rakyat pada hari-hari besar Islam. Hingga kini, masyarakat Aceh mengenal tiga momentum utama meugang, yakni menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Terima Bantuan Logistik Rp9 Miliar dari Kemensos untuk Penanganan Banjir dan Longsor

Kepekaan Mualem terhadap tradisi ini bukanlah hal baru. Saat memimpin Partai Aceh, tradisi berbagi daging meugang telah lama dijalankan secara konsisten. Pengurus partai di berbagai tingkatan hingga kepala daerah yang didukung Partai Aceh memiliki tanggung jawab moral membantu kader dan masyarakat setiap momentum meugang.

Baca Juga :  Yuldi Yusman Gantikan Saffar M. Godam sebagai Plt. Dirjen Imigrasi

Dalam konteks bencana yang melanda Aceh, kepedulian Mualem meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Sebagai gubernur, ia tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur dan logistik, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi yang menjadi penguat sosial, budaya, dan spiritual.

Permintaan Mualem kepada Mendagri dan Menkeu tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan bencana harus dilihat secara menyeluruh, mencakup dimensi sosial, budaya, dan kemanusiaan. Hal ini juga membuka ruang partisipasi bagi donatur dan pihak swasta untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat, termasuk melalui program berbagi meugang bagi warga terdampak bencana.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Hadiri Rakornas, Jaksa Agung Tekankan Peran Pemda dalam Pemberantasan Korupsi

Daerah

Ketua Komisi I DPRA Kecam Kekerasan Aparat terhadap Konvoi Bantuan ke Aceh Tamiang

Nasional

FPA Apresiasi Disbudpar Aceh, Transparan Gunakan Anggaran Pemilihan Agam -Inong

Ekbis

BI dan Botasupal Musnahkan Uang Palsu, Peredaran Rupiah Palsu di Indonesia Turun Signifikan

Pemerintah Aceh

Fadhlullah Hadiri Maulid Nabi, Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Madinatuddiniyah Babussalam

Daerah

TNI AL Embarkasi Logistik Hingga Gas Elpiji Kebutuhan Masyarakat Terdampak Bencana Alam Sumatra

Hukrim

Rekonstruksi Kasus Suap Hakim Rp 60 M

News

Gubernur Aceh dalam Kondisi Sehat dan Baik