Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, mengatakan aksi mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan pemerintah demi kepentingan masyarakat Aceh.
“Langkah baik yang dilakukan teman-teman mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya patut diapresiasi,” kata Nurlis Effendi di Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).
Menurut Nurlis, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk menerima berbagai saran dan masukan dari masyarakat terkait Pergub JKA.
“Beliau juga sudah menerima masukan dari para ulama. Kami diinstruksikan untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat, termasuk dari mahasiswa,” ujarnya.
Nurlis menegaskan, Gubernur Aceh sangat menghargai setiap kritik dan saran yang bertujuan untuk kepentingan rakyat Aceh, khususnya dalam peningkatan pelayanan kesehatan.
“Menurut Gubernur, semua saran dan pendapat untuk kepentingan rakyat Aceh akan menjadi bahan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” kata Nurlis.
Ia juga menyebutkan, aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk partisipasi publik yang positif dan penting dalam mengawal kebijakan pemerintah.
“Semangat mahasiswa dalam mengkritisi setiap kebijakan patut kita jadikan cermin bersama,” ujarnya.
Selain aspirasi mahasiswa, Pemerintah Aceh juga menerima berbagai masukan lain, termasuk surat dari DPR Aceh serta hasil diskusi dengan sejumlah pihak terkait Pergub JKA.
“Semua masukan tersebut sedang dikaji sebagai bahan evaluasi Pergub JKA,” katanya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun disebutkan turut turun langsung ke sejumlah rumah sakit pemerintah di beberapa kabupaten/kota di Aceh guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Sekda ingin memastikan berbagai kendala yang muncul dapat segera ditemukan solusinya demi perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat Aceh,” tutup Nurlis.
Editor: Amiruddin. MK











