Home / Kesehatan / Pemerintah Aceh

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:08 WIB

Distribusi MBG di Banda Aceh Kembali Normal, 95 Ribu Porsi Disalurkan dengan Menu Siap Santap

mm Redaksi

Ilustrasi MBG siswa. Foto: Dok. MBG Kalsel

Ilustrasi MBG siswa. Foto: Dok. MBG Kalsel

Banda Aceh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh resmi kembali berjalan normal setelah jeda Ramadan dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada hari pertama pendistribusian, sebanyak 95.593 porsi makanan berhasil disalurkan kepada penerima manfaat melalui puluhan dapur yang telah kembali beroperasi.

Koordinator Wilayah Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah aktif kembali.

“Hari ini menjadi hari pertama pendistribusian MBG pasca Ramadan. Ada 36 SPPG yang sudah beroperasi, dan seluruhnya terlibat dalam penyaluran sebanyak 95.593 porsi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  Posyantek Naturi Aceh Besar Raih Juara Favorit Nasional

Ia menegaskan, dengan beroperasinya seluruh dapur tersebut, distribusi MBG di Banda Aceh kini telah menjangkau seluruh penerima manfaat secara optimal. Hal ini menjadi indikator bahwa program kembali berjalan penuh setelah sempat mengalami penyesuaian selama bulan puasa.

Selain jumlah distribusi yang besar, perubahan juga terjadi pada jenis makanan yang diberikan. Jika sebelumnya masih terdapat menu kering, kini seluruh penerima manfaat mendapatkan makanan siap santap.

“Sesuai arahan pimpinan, tidak ada lagi menu kering. Mulai sekarang yang disalurkan adalah menu basah atau fresh food yang siap dikonsumsi,” jelas Reza.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Santuni Anak Yatim dan Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1446 Hijriah

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kualitas gizi yang lebih baik serta meningkatkan efektivitas program dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi anak-anak sebagai kelompok prioritas.

Di tengah implementasi program, muncul pula wacana dari pemerintah pusat terkait pola distribusi MBG yang akan disesuaikan dengan hari sekolah, yakni lima hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan siswa sebagai penerima utama manfaat program.

Namun demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap membuka kemungkinan penyaluran hingga hari Sabtu, khususnya bagi daerah kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki tingkat stunting tinggi.

Baca Juga :  Disdik Aceh Gelar Tryout TKA, Tingkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian dan Tantangan Global

Menanggapi hal tersebut, Reza menyebutkan bahwa penerapan kebijakan itu di Aceh belum dilakukan. Pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat sebelum melakukan penyesuaian di lapangan.

“Untuk Aceh sendiri belum ada perubahan. Kami masih menunggu petunjuk dari BGN pusat terkait mekanisme distribusi ke depan,” katanya.

Dengan kembalinya operasional penuh MBG di Banda Aceh, pemerintah berharap program ini tidak hanya menjaga asupan gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di daerah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Berita

Kanada dan Aceh Perkuat Hubungan, Dubes Dutton Apresiasi Peran Wali Nanggroe

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh: JKA Tetap Berjalan, Penyesuaian Dilakukan Agar Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Letakkan Batu Pertama Masjid Baitut Taqwa di Aceh Utara

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Mualem Lantik Pengurus Baitul Mal Aceh 2025–2030

Daerah

Ketua TP PKK Aceh Tinjau Korban Banjir Bandang Sawang Aceh Utara, 85 KK Mengungsi di Meunasah Paya Rubek

Pemerintah Aceh

Lantik Kepala SKPA, Gubernur Mualem Ingatkan Percepatan Serapan Anggaran

Parlementaria

DPRA Tetapkan RKT 2026 dan Kode Etik Baru dalam Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I

News

Muhammad Iswanto Apresiasi Syech Muharram yang Melanjutkan Pengajian di Balee Beut Meuligoe