Aceh Barat Daya – Tim SAR Gabungan Aceh Barat Daya (Abdya) memperluas operasi pencarian Melda Anita, remaja yang hilang setelah terseret arus di Pantai Ujong Manggeng, Kecamatan Manggeng.
Memasuki hari ketujuh, Minggu (5/7/2026), tim menyisir perairan hingga radius 17 mil laut dari lokasi kejadian.
Selain itu, personel juga melakukan penyelaman di titik awal korban hilang, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Wakil Komandan (Wadan) Satgas SAR Abdya, Erijal, mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian.
Tim dalam pencarian menyesuaikan pola penyisiran berdasarkan arah arus laut, kondisi gelombang, dan informasi dari nelayan.
“Pada hari ketujuh ini kami memperluas area pencarian hingga sekitar 17 mil laut. Kami juga sudah melakukan penyelaman di lokasi awal korban hilang, namun hasilnya masih nihil,” kata Erijal.
Menurutnya, tim membagi personel ke beberapa sektor agar pencarian berlangsung lebih efektif.
Penyisiran tidak hanya di tengah laut menggunakan perahu karet, kapal nelayan, dan armada pendukung, tetapi juga menyusuri sepanjang garis pantai yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Operasi pencarian melibatkan personel TNI, Polri, BPBK, BPBD, relawan, masyarakat, dan nelayan setempat.
Seluruh unsur terus berkoordinasi untuk menentukan titik pencarian berdasarkan perkembangan arus laut setiap harinya.
“Kami terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. Informasi dari nelayan juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi penyisiran,” ujarnya.
Melda Anita hilang setelah terseret arus saat mandi bersama Aida (14) di Pantai Ujong Manggeng, Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 15.15 WIB.
Arus laut yang kuat serta gelombang tinggi datang secara tiba-tiba dan menyeret kedua remaja tersebut ke tengah laut.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus menggagalkan usaha penyelamatan.
Sehari setelah kejadian, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan Aida, warga Desa Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban mengapung sekitar satu mil laut dari bibir pantai, tidak jauh dari lokasi awal kedua remaja itu terseret ombak.
Sementara itu, Melda Anita hingga kini belum ditemukan. Remaja asal Desa Kuala Terubu (Lama Inong), Kecamatan Kuala Batee, tersebut merupakan siswi SMP Negeri 1 Kuala Batee dan anak sulung dari empat bersaudara, putri pasangan Salmadi dan Maida Fitri.
Erijal menegaskan operasi pencarian akan terus berlanjut dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada.
Ia berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dapat berlangsung lebih maksimal.
“Kami berharap cuaca mendukung sehingga pencarian lebih optimal. Seluruh personel tetap berkomitmen memberikan upaya terbaik agar keberadaan korban ketemu,” pungkasnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














